Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Rabu, Juli 28

Soroti Call Center Satgas Covid di Daerah Lampung, Ombudsman: Harus Ada dan Harus Merespon!

 



Soroti Call Center Satgas Covid di Daerah Lampung, Ombudsman: Harus Ada dan Harus Merespon!



Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rakhman Yusuf menyampaikan atensinya kepada Satgas Covid khususnya di Seluruh Kabupaten/Kota serta di Provinsi Lampung. Pasalnya Ombudsman menerima konsultasi yang cukup banyak sejak 1 Juli 2021 sampai saat ini terkait tidak adanya Call Center Satgas Covid di daerah dan/atau tidak dapat dihubungi. 


“Terdapat banyak konsultasi yang kami terima. Ada yang terkait tidak adanya Call Center Satgas Covid di beberapa Kabupaten, sedangkan untuk daerah yang memiliki Call Center Satgas Covid sulit dihubungi maupun nomor sudah tidak aktif atau kurang merespon ketika ada pasien yang terpapar ingin melapor dan meminta tindakan lebih lanjut”,kata Nur, Rabu, (28/7).


Pihaknya mengimbau agar tiap daerah menyediakan Call Center Satgas Covid yang dapat diakses masyarakat baik terkait laporan ketika terpapar Covid dan memperoleh edukasi dalam isolasi mandiri maupun terkait laporan keramaian.


“Untuk daerah yang tidak kami temukan Call Centernya, masyarakat yang berkonsultasi kami arahkan ke puskesmas terdekat atau melalui Call Center Satgas Covid Provinsi. Maka kami tekankan Kepala Daerah tiap Kabupaten/Kota agar memiliki Call Center yang aktif dan mudah di akses masyarakat, begitu pula dengan Call Center Satgas Covid Provinsi Lampung harus selalu aktif. Hal tersebut untuk merespon masyarakat baik yang memerlukan edukasi dalam pelaksanaan isolasi mandiri jika ia bergejala ringan maupun masyarakat yang mengadukan keramaian," Jelas Nur Rakhman. 


Ombudsman menyarankan agar Satgas Covid dapat membuat focal point yang lebih rinci, seperti membuat call center per kelurahan / desa, sehingga admin call center tidak akan kewalahan ketikan mendapatkan banyak laporan masyarakat.


"Untuk masyarakat marilah kita jaga diri lebih ketat lagi, patuhi prokes ketat," ujarnya. (ian/ik).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments