Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Mau Investasi? Gabung Dibawah ini

Minggu, Juli 11

Cegah Surat Tes Covid-19 Palsu, Dosen ITERA Ciptakan Aplikasi Tandatangan Digital Lab Kesda

 



Cegah Surat Tes Covid-19 Palsu, Dosen ITERA Ciptakan Aplikasi Tandatangan Digital Lab Kesda



Meningkatnya permintaan warga untuk melakukan tes Covid-19, membuat fasilitas kesehatan perlu waspada terhadap  pemalsuan surat keterangan hasil tes Covid-19 oleh oknum tidak bertanggungjawab.


Mengantisipasi adanya surat keterangan hasil tes Covid-19 palsu, mendorong dua dosen Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Andre Febrianto, S.Kom., M.Eng., dan Heriansyah, S.T., M.T., ciptakan aplikasi tandatangan digital pada surat bebas Covid-19. Aplikasi tersebut kini sudah diterapkan di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan (Labkesda) Provinsi Lampung untuk mengeluarkan surat keterangan tes Covid-19.


Pembuatan aplikasi tanda tangan digital (digital signature) tersebut merupakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan Andre Febrianto, yang merupakan dosen Program Studi Teknik Informatika (TI) dan Heriansyah, dosen Prodi Teknik Elektro. Aplikasi yang dibuat dapat melakukan verifikasi untuk memvalidasi bahwa surat hasil tes Covid-19 yang dikeluarkan benar-benar berasal dari UPTD Labkesda Provinsi Lampung.


Dengan adanya aplikasi tersebut pada surat hasil tes Covid-19 akan tercetak QR-Code yang jika dipindai akan terkoneksi dengan website resmi UPTD Labkesda Provinsi Lampung, sehingga dapat menghindari pemalsuan surat hasil pemeriksaan Swab PCR atau Swab Antigen. 


“Kami lakukan guna mengatasi masalah di masa pandemi ini,” ujar Andre, Minggu, 11 Juli 2021.


Kepala UPTD Labkesda Provinsi Lampung, Leni Yurina, S.Kep., M.M., menyambut baik aplikasi tandatangan digital yang dibuat oleh tim dosen ITERA. Untuk pengembangan selanjutnya, menurut Leni aplikasi tersebut akan diintegrasikan dengan AllRecord-tc-19 (NAR) dan aplikasi Peduli Lindungi yang sudah digunakan pemerintah. (Red)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments