Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Rabu, Agustus 5

KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan 11 Koli, yang Diduga Kuat Daging Celeng





KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan 11 Koli, yang Diduga Kuat Daging Celeng



Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni gagalkan penyelundupan 11 koli dalam mobil tronton diduga kuat yakni daging celeng di area pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Selasa (4/8/20) dini hari sekira pukul 01.00 Wib.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Eddi Purnomo S.H.,S,ik.,M.M di dampingi KA KSKP Bakauheni AKP Ferdiansyah S.ik mengungkapkan, tadi malam sekitar pukul 01.00 Wib dini hari petugas kami mencurigai satu buah kendaraan box tronton yang hendak melintas ke pulau jawa. Pada saat dilakukan pemeriksaan ternyata petugas kami menemukan tumpukan karung berisi daging dan ditumpuk dengan barang-barang paket lainnya diduga kuat daging tersebut adalah daging celeng.

"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata daging tersebut benar daging celeng. Untuk kendaraan sendiri diangkut menggunakan truk tronton warna oren nopol B 9519 UYV asal Palembang, Sumatera selatan dengan tujuan Jakarta dan Tanggerang".Ungkap Kapolres AKBP Eddi Purnomo, Selasa (4/8/20)

Ia mengimbuhkan, barang daging tersebut ditemukan ada 11 koli kurang lebih sekitar 1,1 Ton daging celeng.

"Daging tersebut tidak dilengkapi dokumen yang sah dari daerah asal dan alat angkut juga tidak berpendingin. Kita akan proses sidik dan kita koordinasikan dengan pihak Karantina Pertanian dan juga nantinya ada tindakan dari baik itu penyidikan dari kita maupun dari pihak karantina".Imbuh Kapolres.

Sementara masih kami lakukan penyelidikan untuk daging celeng ini apakah untuk diolah menjadi bahan makanan atau untuk yang lain masih kami dalami. Saat ini masih kita lihatr daging celeng ini tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.(red)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments