Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Kamis, Agustus 6

Demi Anak Belajar Online, Ayah di Garut Nekad Curi HP Sebut Sang Anak Gak Bisa Belajar Gak ada HP

 

 

Demi Anak Belajar Online, Ayah di Garut Nekad Curi HP Sebut Sang Anak Gak Bisa Belajar Gak ada HP



Miris serta mengharukan perjuangannya seorang ayah untuk sang anaknya belajar online, hingga nekad lakukan tindakan kriminal.

Diketahui, Seorang ayah di Garut, Jabar, nekat curi ponsel pintar milik majikannya. Alasannya, karena sang ayah tak ingin putri kesayangannya tertinggal belajar.

Pria berinisial A, asal Tarogong Kaler pekerja buruh tani nekat mencuri sebuah HP milik orang yang dia kenal. Kejadiannya berlangsung beberapa bulan lalu.

A bercerita terkait kejadian tersebut. Kejadian bermula saat satu dari tiga orang putranya yang duduk di bangku kelas satu sekolah menengah tak bisa ikutan belajar daring dengan teman-teman karena tidak memiliki ponsel pintar.

"Anak saya sekolah baru masuk, MTs kelas 1. Dia enggak bisa belajar karena ya kita enggak punya HP," kata A saat berbincang, melansir detikcom, Selasa (4/8) malam.

Anak keduanya itu kerap meminta A untuk dibelikan HP agar dia bisa belajar bersama teman-teman barunya di MTs via daring. A mengaku tak mampu memenuhi keinginan putrinya itu.

Penghasilan sebagai buruh tani yang bahkan untuk sehari-hari pun tak cukup jadi alasan. "Di situ saya sudah bingung gimana supaya anak saya bisa belajar. Sedangkan saya tidak bisa beli HP. Untuk makan sehari-hari pun susah," katanya.

Sejak saat itu, terbesit di pikiran A untuk mengambil jalan pintas. Dia hendak mencuri HP. Seorang pria yang dia kenal yang kerap memintanya memperbaiki peralatan rumah dipilih jadi sasaran.

Dia curi-curi kesempatan masuk ke rumah majikan itu. Sebuah HP berhasil didapatnya dari dalam rumah.

"Saya khilaf. Tapi HP itu benar-benar dipakai belajar karena seminggu dia (anak A) ketinggalan (belajar daring)," ungkap A. (*)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments