Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Rabu, Juni 10

Diduga Tidak Transparan Hasil Swab, Posko Covid-19 Lampura di Gruduk Jama'ah dan Warga



Diduga Tidak Transparan Hasil Swab, Posko Covid-19 Lampura di Gruduk Jama'ah dan Warga 




Kinerja Pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, disoroti.

Gugus Tugas Covid begitu transparan dalam menyampaikan penambahan jumlah kasus baru pasien terkonfirmasi positif. Tetapi sudah hampir beberapa bulan pandemi corona, Gugus Tugas Lampung Utara malah seperti tertutup terhadap hasil pemeriksaan swab pasien positif terinfeksi Covid-19.

Berdasarkan data Gugus Tugas Rabu (10/6/20) menyebutkan, jumlah pasien positif di Lampung Utara sebanyak 6 kasus, dan saat ini masih dalam Perawatan karantina di Gedung Islamic Center Kotabumi.

Hasil swab dinyatakan positif tidak pernah diketahui pasien maupun keluarganya. Gugus Tugas tidak pernah menunjukkan bukti hasil swab pasien dinyatakan positif atau negatif teriinfeksi virus asal Wuhan, China ini.

Tidak tranparansinya data hasil swab ini menjadi pemicu warga Lampung Utara, Pasien positif dirawat di sejumlah rumah sakit maupun di karantina di beberapa lokasi menolak rapid test pada Penolakan ini bukan tanpa alasan. Sebab salah satu warga Lampung Utara dinyatakan positif, tapi bukti swab hasil pemeriksaan laboratorium tidak diberikan kepada pasien atau keluarganya.

Opini negatif muncul dikalangan masyarakat dugaan penanganan Corona yang tidak transparansi.

Kekecewaan juga disampaikan Beberapa warga yang menjalani karantina di  Gedung Islamic Center Kotabumi.

Sejak hari pertama menjalani karantina menyandang status pasien positif, tidak menunjukkan gejala terpapar corona seperti batuk, pilek, flu dan demam. Anehnya hasil pemeriksaan swab kedua dinyatakan positif sehingga tetap harus menjalani karantina. Namun, janggal tidak sekali pun bukti hasil swab ditunjukkan ke pasien atau keluarganya.

Beberapa  pasien telah menjalani lebih dari tiga kali pemeriksaan swab tapi tidak pernah diberikan hasilnya. Bahkan salah seorang pasien yang merupakan Kiayi dan Guru ngaji sekaligus Ulama Di Kecamatan Abung Surakarata sudah 2 kali menjalani Rapid tes hasilnya belum diketahuinya.

Mery Salah warga Lampung Utara yang Juga salah satu Murid dari Ustad Zainal juga Mendatangi Posko Covid-19 dengan sejumlah Jama'ah untuk menanyakan hasil Swab dari pasien yang diduga terpapar Covid-19. 

"Ya kami Hari ini Mendatangi Posko Covid-19 (Tim Gugus Tugas) Untuk Menanyakan Hasil Swap dan kami mau melihat  Hasil Swap secara langsung, dan Kami Meminta Ketransparan nya dari Tim Gugus Tugas untuk menunjukkan Semua Hasil Swap dari pasien Di duga Terpapar Virus covid-19"Ujar Mery.  

Di tempat Yang sama Tomson,  Salah Satu yang diduga Pasien covid-19 yang sudah menjalalani Masa karantia selama 33 hari di Gedung Islamic Center Kotabumi. Meminta kejelasan Kepada Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Lampung Utara, Terkait Status  swabnya belum juga diberikan oleh Tim gugus Covid -19.

Tomson pun merasa Kecewa kepada Pemerintah Daerah Lampung Utara karena Iya sudah Menjalani tes Swab sebayak 5 kali, Bahkan diduga pelayan Medis tidak di berikan selama karantina Berjalan. 

"Saya Sengaja mendatangi Posko Covid  Ini untuk meminta  Kejelasan Hasil Swab saya karena Sampai Hari ini Juga belum di berikan, Saya sangat Kecewa  saat saya Di karan tina tidak ada penangan Medis yang Serius untuk kami, Kami hanya di beri vitamin saja tidak lebih"Tutur Tomson. 

Terpisah dari itu Sekertaris Tim gugus Lampung Utara Sani Lumi menjelaskan.Terkait Hasil Swab ada mekanisme yang Melalui Prosedur. "Hasil Swab yang Di dapat itu  Berdasarkan Rekab dari Lid bankes Bandar Lampung"Ujar Sani Lumi. (Hamsah/nal)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments