Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Minggu, April 5

Pasang Banner, Warga Jati Agung Tolak Pemakaman Pasien Corona, Camat Menyebutkan Perlu Edukasi





Pasang Banner, Warga Jati Agung Tolak Pemakaman Pasien Corona, Camat Menyebutkan Perlu Edukasi



Sejumlah masyarakat Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, menolak wilayah mereka dijadikan lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Puluhan warga mendatangi lokasi pemakaman pasien positif 02 di Kota Baru pada Jumat (3/4/2020) sore.

Warga juga memasang spanduk berukuran besar di dekat lokasi pemakaman.

Spanduk berwarna merah itu bertuliskan, "Kami masyarakat Kec. Jati Agung menolak dengan adanya wilayah Kota Baru Kec. Jati Agung dijadikan untuk pemakaman jenazah corona (Covid- 19).

Dari informasi yang dihimpun, penolakan itu lantaran warga menilai lokasi pemakaman terlalu dekat dengan permukiman dan perkebunan milik warga.

Terkait penolakan oleh warga ini, Camat Jati Agung, Jhoni Irzal mengatakan, perlu tim kesehatan dari pihak berwenang untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19.

"Perlu tim kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di seputaran lokasi pemakaman agar tidak panik dan cemas," kata Jhoni saat dihubungi, Sabtu (4/4/2020) pagi.

Menurut Jhoni, edukasi secara langsung dari tim kesehatan yang berwenang sangat perlu dilakukan, melihat aparatur kecamatan maupun desa tidak menguasai ranah SOP pemulasaran.

"Tim kesehatan perlu menjelaskan kepada masyarakat terkait SOP pemulasaraan jenazah Covid-19 ini," kata Jhoni.

Jhoni menambahkan, pihak aparatur kecamatan dan desa fokus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kami keliling ke semua desa di Kecamatan Jati Agung untuk pencegahan dan memutus mata rantai penularan virus corona ini," kata Jhoni.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Lampung, Reihana memastikan pemulasaraan jenazah pasien positif yang meninggal dunia sudah sesuai protokol kesehatan.

"Jenazah disemprot cairan disinfektan beberapa kali, dibungkus plastik, peti jenazah juga disegel dan disemprot cairan disinfektan, jadi aman," kata Reihana. (Kompas.com)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments