Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Senin, April 6

Bertemu Dokter Forensik, Warga Jati Agung Akhirnya Menerima Pemakaman Pasien COVID-19




Bertemu Dokter Forensik, Warga Jati Agung Akhirnya Menerima Pemakaman Pasien COVID-19



Alhamdulillah, setelah pertemuan dan edukasi dari dokter forensik, warga Jati Agung, Lampung Selatan, menerima lokasi pemakaman pasien corona di wilayah mereka.

Dalam pertemuan ini, dihadiri sejumlah warga Kecamatan Jati Agung, dokter forensik dr. Alberta Carolina, DPRD Lampung serta pejabat Pemprov Lampung ini diadakan di Balai Desa Purwotani, Minggu (5/4/2020).

Pertemuan ini, digelar setelah spanduk berisi penolakan dipasang sejumlah warga pada Sabtu (4/4) di lokasi pemakaman pasien positif Covid-19 nomor 02.

Lokasi pemakaman tersebut adalah lahan milik Pemprov Lampung yang berada di wilayah Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan.

Mengutip Kompas.com, Camat Jati Agung Jhoni Irzal memastikan tidak akan ada penolakan dari warga setempat mengenai lokasi pemakaman jenazah pasien corona.

"Tidak ada penolakan, masyarakat sudah paham karena ada edukasi dari dokter forensik dan kajian dari MUI (Majelis Ulama Indonesia)," kata Jhoni saat dihubungi, Minggu (5/4) petang.

Terkait spanduk besar yang menyatakan masyarakat menolak lokasi pemakaman, Jhoni mengatakan, spanduk itu dipasang oleh warga yang bukan dari Desa Purwotani yang berada di dekat lokasi pemakaman.

"Itu dipasang oleh warga yang belum paham dan bukan oleh warga sini (Desa Purwotani)"Ujarnya.

Namun, dari aspirasi yang disampaikan oleh warga, Jhoni mengatakan, warga meminta agar Pemprov Lampung bisa menggeser lokasi pemakaman dari lokasi saat ini.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Lampung, Reihana mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir akan keamanan atas pasien corona yang sudah dimakamkan.

Reihana memastikan pemulasaraan jenazah pasien positif yang meninggal dunia sudah sesuai protokol kesehatan.

"Jenazah disemprot cairan disinfektan beberapa kali, dibungkus plastik, peti jenazah juga disegel dan disemprot cairan disinfektan, jadi aman," kata Reihana. (*)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments