Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Rabu, Februari 12

Diduga Pasien Telantar, Ini Penjelasan Pihak RSUDAM




Diduga Pasien Telantar, Ini Penjelasan Pihak RSUDAM




Terkait persoalan video diduga pasien telantar, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek angkat bicara.

Direktur Pelayanan RSUDAM, Dr. Pad Dilangga menjelaskan, pasien yang ada dalam video itu, merupakan warga Palas, Lampung Selatan yang telah masuk sejak hari Minggu, (9/2).

"Pasien ini rujukan dari RSUD Bob Bazar dengan diagnosa DHF (demam berdarah), gastro enteritis akut (diare), hepatitis (infeksi hati). Kondisi pasien sakit berat, gelisah, sesak nafas dirawat di ruang HCU di IGD RSUDAM"Kata Dr.Pad Dilangga, Selasa (11/2).

Lanjut katanya, pasien sudah melakukan penatalaksanaan sesuai dengan kondisi pasien.

"Sesuai dengan kondisi pasien dan dikonsulkan ke Dr Riki."Ujarnya.

Menurutnya, pasien mendapatkan rencana terapi transfusi darah lengkap 2 kantong, transfusi trombosit 10 kantong, dan diobservasi secara ketat.

"Pukul 17.00 WIB, visit Dr Riki mengatakan, kondisi pasien masih sakit berat"Tuturnya

Kemudian, terapi dilanjutkan pada hari Senin, (10/2), sekitar pukul 03.00 WIB, pasien alih rawat ke ruangan Bougenville.

"Pasien alih rawat ke ruangan Bougenville, terapi dilanjutkan sesuai instruksi"Paparnya.

Selanjutnya, Dr Riki kembali kunjungi pasien dan didiagnosis alami DHF (demam berdarah) dengan ensefalopati, sepsis (infeksi berat), disertai uremia, dan asma eksaserbasi.

"Dr Riki melakukan edukasi kepada keluarga pasien bahwa kondisi yang bersangkutan sangat serius dan rencana akan dipindahkan ke ruangan rawat khusus penyakit dalam menular sesuai dengan keahlian DPJP"Kata Dr Pad.

Kata Dr, Sekitar pukul 16.00 WIB, pasien ditransfer ke ruang Nuri, pasien mendadak kejang, dan perawat pun segera melakukan tindakan terhadap pasien.

Namun, pihak keluarga tiba-tiba marah, keadaan sempat kurang kondusif, sehingga penanganan gawat darurat sempat terganggu.

Menurutnya, hal itulah yang menyebabkan pasien tidak tertolong lagi dan meninggal dunia. (*)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments