Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Kamis, Januari 30

Sering Diejek Gendut, Bahkan Hingga Disebut Boboho, Pria Ini Bakar Teman Hidup-hidup



Sering Diejek Gendut, Bahkan Hingga Disebut Boboho, Pria Ini Bakar Teman Hidup-hidup




Karena sering diejek, seorang pria berinisial AHS bunuh teman kerjanya sendiri. AHS mengaku membunuh karena di olok-olok dengan sebutan gendut.

Mengutip makassar.terkini.id, AHS mengaku kesal lantaran sering diserupakan dengan atlet olahraga sumo hingga artis cilik film Mandarin yang memerankan figur Boboho

“Jadi, berawal dari warung Pak Tris pelaku ini sering dihina dengan kata-kata gendut, boboho, sumo hingga kesulitan ekonomi. Dia pun sakit hati,” terang Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (28/1)

Lanjutnya, pelaku menyiapkan rencana selama satu minggu untuk mengakhiri hidup korbannya. Dia pun mantap melakukan aksinya itu pada Jumat 24 Januari 2020.

“Awalnya, keduanya itu hendak pulang kerja pada sore hari. Korban membawa motor Honda Beat yang kini jadi barang bukti ini. Saat di tengah jalan pelaku memberikan aba-aba untuk ikut dan meminta antar pulang ke rumah ibu pelaku,”ujarnya

“Lalu, setelah dalam perjalan secara bergantian awalnya pelaku yang membawa motor kemudian, korban di depan. Saat di sebuah tempat yang kini menjadi TKP, pelaku meminta berhenti dan motor di standarkan,” tuturnya.

Pelaku turun, lalu memukul bagian leher kiri korban hingga pingsan, memastikan korban meninggal, pelaku menekan bagian leher kiri dengan tenaga lalu membopongnya ke sebuah tempat ke tumpukan bambu kecil / lanjaran, kemudian meninggalkannya untuk membeli bensin.

“Setelah kembali, bensin kemudian disiram ke seluruh bagian tubuh dan tumpukan bambu itu lalu dibakar dengan korek api. Kemudian, pelaku meninggalkan korban tanpa memastikan terbakar keseluruhan atau tidak,” kata Arman.

Tambanya, Setelah melakukan aksinya, pelaku menjual motor dan ponsel korban. Motor dijual ke warga di Kabupaten Situbondo dengan harga Rp 4 juta dan HP dijual Rp 1,3 juta.

“Setelah laku, uangnya sempat dibuat membelikan baju bersama istri. Sisanya buat menebus motor miliknya yang sempat digadaikan,” katanya.

Kini, seluruh barang bukti pelaku telah disita oleh Polresta Banyuwangi. Sedangkan pelaku, sementara mendekam di tahanan Mapolresta dan akan melakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan kasus. (*)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments