Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Jumat, Januari 31

Pelajar SD di Poso ini Menangis, Karena Tau Lomba Lari 21 KM yang Dirinya Juarai Tanpa Hadiah





Pelajar SD di Poso ini Menangis, Karena Tau Lomba Lari 21 KM yang Dirinya Juarai Tanpa Hadiah




Asmarani Dongku, pelajar SD di Kabupaten Poso ini mungkin dirinya harap dapat hadiah, namun setelah tau juara I lari maraton 21 kilometer yang ia sabet ternyata tak dapat hadiah, dirinya pun menangis.

Lomba itu digelar Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Poso dalam rangka syukuran pekerjaan peningkatan jalan Kelurahan Lawanga - Toyado pada 25 Januari 2020.

Asmarani mengikuti lomba lari 21 KM diikuti 40 perserta. Lari itu mengambil star dari kantor bupati Poso dan finish di Desa Toyado, Kecamatan Lage.

"Saya menangis, capek dan tidak ada hadiahnya. Nanti di finish baru dibilang tidak ada hadiahnya. Kalau saya tau tidak ada hadiahnya, saya tidak akan ikut pak," kata Asmarani, di Poso, Selasa, (28/1) melansir antara.

Asmarani merupakan keluarga pelari yang hidup sederhana. Ia tertarik ikut lomba tersebut karena ajakan tetangganya.

Dia katakan dari pengalaman mengikuti lomba lari, selalu ada hadiahnya berupa uang tunai mulai dari Rp1-3 juta untuk juara I.

Kepala Dinas PU Sulteng, Saifullah Djafar dihubungi dari Poso, mengatakan lomba lari itu tidak memiliki hadiah, sebab acara itu bukan lomba lari namun hanya acara syukuran atas selesainya pekerjaan peningkatan jalan Kelurahan Lawanga- Toyado.

Namun bagi pemenang hanya mendapatkan medali, sebagai tanda keikutsertaan dalam acara itu.

"Jadi sejak awal kita sudah sampaikan, bahwa acara ini tanpa hadiah dan gratis," jelas Saifullah.

Dia mengatakan acara syukuran itu diikuti peserta dari Poso dan Palu yang telah mengetahui tidak ada hadiahnya.

Dalam mengikuti acara lomba lari itu harus mendaftar melalui komunitas masing-masing dan mendaftar secara kolektif ke pelaksana.

"Kemungkinan anak itu mendaftar tanpa diberikan informasi bahwa lomba itu tak ada hadiahnya hanya medali," aku Saifullah. (*)

Loading...

Artikel Terkait

Comments
0 Comments