Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Selasa, Desember 3

Pria di Tana Toraja Ini Mengaku Nabi. Ajarannya Salat Hanya Perlu Dilakukan Dua Kali Dalam Sehari




Pria di Tana Toraja Ini Mengaku Nabi. Ajarannya Salat Hanya Perlu Dilakukan Dua Kali Dalam Sehari 




Seorang pria di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang mengaku sebagai nabi terakhir yang menyebarkan ajaran sesat kepada warga di sana diringkus pihak kepolisian.

Pria yang diketahui berinisial PDT merupakan warga yang berasal daribKabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. PDT juga adalah pimpinan dari sebuah organisasi masyarakat bernama Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP).

"Dia sudah melakukan hal serupa di (Kabupaten Gowa)," kata Kepala Seksi Bimas Islam Kementrian Urusan Agama Kabupaten Tana Toraja, Tamrin Lodo, Minggu, (1/12) seperti dilansir liputan6.com.

Mengetahui kejadian itu, MUI Kabupaten Tana Toraja tidak tinggal diam. Pria yang mengaku sebagai nabi terakhir itu pun akan dilaporkan ke Polres Tana Toraja, lantaran apa yang dilakukannya sudah meresahkan warga.  

"Kita berharap P (tersangka) ini diberi efek jera oleh polisi karena waktu di gowa dia Cuma diberi teguran,"Ujar Tamrin.

Perlu diketahui, PDT mengaku sebagai nabi terakhir ini telah lama dilakukannya, bahkan sebagian penganut agama Islam di Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja bahkan telah menjadi pengikut alirannya PDT.

Dalam menyebarkan aliran sesatnya, PDT mengajarkan bahwa salat hanya perlu dilakukan dua kali dalam sehari. Para pengikutnya juga diajarkan tata cara salat yang tidak sesuai ajaran islam.

Selain itu, para pengikut aliran sesat ormas LPAAP itu juga tidak diwajibkan untuk manaati rukun Islam. Pengikut pria yang mengaku sebagai nabi terakhir itu bahkan tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, tidak pula diwajibkan mengeluarkan zakat hingga tidak perlu melakukan ibadah haji. (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments