Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Senin, Desember 2

FLM Desak Kejati Lampung Tuntaskan Kasus Honorarium





FLM Desak Kejati Lampung Tuntaskan Kasus Honorarium



Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Front Lampung Menggugat (FLM) gelar aksi di depan Kejaksaan Tinggi Lampung. Senin (2/12).

Koordinator lapangan (korlap) Fakih Sanjaya mempertanyakan terkait kasus honorarium tahun 2015 apakah masih dilanjutkan apa diberhentikan, karena kami ingin kepastian hukum didalam proses penegakan hukum di Provinsi Lampung.

"Kami 14 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan Organisasi kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam front Lampung Menggugat (FLM) dengan tegas menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mendesak kepada Kejati Lampung yang menangani perkara ini untuk bertindak secara profesional dan bebas intervensi.

2. Mendesak kepada Kejati Lampung untuk tidak bermain-main atas perkara ini, digana kami mendapatkan intormasi dari masyarakat adanya dugaan untuk meng (SP 3) kan perkara ini 

3. Mendesak Kejati Lampung untuk segera mengambil sikap terkait perkara ini. Di SP 3 kan atau ditingkatkan ke tingkat penyidikan. 

4. Kami Front Lampung Menggugat (FLM) atas nama masyarakat Lampung, mendukung dan mendorong upaya Kejati Lampung untuk segera menuntaskan dugaan Tindak Pidana Korupsi Penetapan Besaran Honorariun Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah, Rancangan Peraturan Gubernur dan Tim Evaluasi RAPERDA APBD Kabupaten/Kota pada Sekertariat Daerah Provinsi Lampung TA 2015"Kata Fakih Sanjaya.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Lampung, Ari Wibowo menyampaikan menerima terbuka jika massa aksi ingin mempertanyakan perkembangan kasus yang ingin ditanyakan.

"Kita welcome kepada temen-temen yang mau  datang menanyakan perkembangan perkaranya silahkan dak apa-apa, karena masyarakat punya hak untuk tahu"Kata Ari, Senin (2/12).

Lanjutnya, perkara tersebut masih tetap berlanjut tidak ada namanya pemberhentian.

"Perkara ini masih tetap berlanjut, tidak ada yang namanya di hentikan"Ujarnya.

Sambungnya "Tapi kami minta dukungannya, agar bisa secepatnya perkara ini cepet diselesaikan." (Tio)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments