Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Senin, November 18

Karena Anak Tak Perawan Ayah Setubuhi Putrinya Sendiri, Miris!




Karena Anak Tak Perawan Ayah Setubuhi Putrinya Sendiri, Miris! 


Mirisnya, seorang ayah di Pasuruan berinisial AJ tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri, sejak tahun 2018, hingga November 2019, diakuinya telah melakukan perbuatan bejat itu sebanyak 9 kali.

Pengakuan itu disampaikan saat konfrensi pers yang digelar Polres Malang, Rabu sore (13/11).

“Dia anak kandung saya, usia 14 tahun, satu tahun lebih ini sudah saya setubuhi,” kata AJ melansir panrita.news.

Nah usut punya usut, alasan AJ setubuhi anak kandungnya itu, karena dia tahu bahwa anaknya sudah tidak perawan lagi.

“Anak saya nakal, makanya saya setubuhi, paling sering di Tretes. Total sudah sembilan kali,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo membenarkan bahwa korban adalah anak kandung pelaku.

“AJ dan ibu korban sudah cerai. Setelah cerai, AJ menikah lagi, dan korban ini ikut bersama AJ dan ibu tirinya tinggal di Pasuruan,” ungkap Tiksnarto.

Pertama kali AJ melakukan perbuatan bejatnya itu saat di korban diajak ke villa di Tretes, Pasuruan. Korban sempat melawan, tapi tersangka mengancam untuk memukuli korban.

“Kejadian itu terjadi berulang kali, di Villa Tretes 5 kali, di rumah dua kali saat istrinya tidur, dan di penginapan di Lawang dua kali,” katanya.

Kelakuan AJ baru terungkap pada Selasa (5/11/2019) saat ia hendak beraksi lagi. Saat itu, tunangan korban yang mendapat kabar, langsung melapor ke Polres Lawang bersama kakek korban.

Polres Lawang yang mendapat laporan langsung bergerak menuju lokasi dan menangkap AJ.

Atas perbuatannya, AJ diancam penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 5 miliar. (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments