Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Selasa, November 12

Ini Alasan FPI dan ABR Hentikan Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku di DKL Bandar Lampung



Ini Alasan FPI dan ABR Hentikan Pemutaran Film Kucumbu Tubuh Indahku di DKL Bandar Lampung 



Sejumlah masyarakat dari ormas FPI Lampung yang didampingi tim Advokasi ADVOKAT BELA RAKYAT (ABR), menghentikan acara screening film berjudul Kucumbu Tubuh Indahku karya Garin Nugroho di Gedung Dewan Kesenian Lampung, Selasa (12/11/19).

Ketua Klub Nonton Lampung, Nada Bonang, mengatakan sejumlah orang tiba-tiba menghentikan secara paksa pemutaran film yang baru berlangsung beberapa menit.

“Mereka memaksa pemutaran film dihentikan karena mengandung konten LGBT,” kata Nada Bonang.

Penghentian pemutaan film karya Garin Nugroho berjudul Kucumbu Tubuh Indahmu bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya anggota FPI juga melakukan hal yang sama di Semarang, Jawa Tengah.

Film Kucumbu Tubuh Indahku bercerita tentang penari Lengger Lanang bernama Juno. Tari Lengger Lanang sendiri merupakan budaya asli Indonesia yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah.

Tarian itu mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Biasanya tarian itu dipentaskan lelaki, yang dalam kesehariannya mengubah diri menjadi perempuan.

Hal itu yang menjadi alasan beberapa pihak seperti FPI menolak film ini. Mereka menganggap film ini mempromosikan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Sementara itu, Hendra Mayuda selaku tim ABR mengungkapkan bahwa kami mendampingi FPI Lampung dalam pembubaran pemutaran film ini yang belakangan diketahui acara tersebut tidak ada izin dari kepolisian hanya izin dengan pengelola tempat.

Hendra menilai, pemutaran film ini memang menjadi hal yang pro dan kontra dimasyarakat maka kami berharap agar penyelenggara harus berhari-hati serta mengukuti aturan yang ada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tutupnya.

Pantauan infokyai di lokasi, dalam proses penghentian film berjalan dengan saling kordinasi antara pihak penyelenggara dan sejumlah masyarakat yang meminta penghentian film tersebut (Red).

Artikel Terkait

Comments
0 Comments