Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Senin, November 25

Bermula Saling Ejek di Medsos, Pelajar SD di Batam Tawuran.!?




Bermula Saling Ejek di Medsos, Pelajar SD di Batam Tawuran.!?



Pengaruh media sosial kepada anak-anak benar-benar perlu menjadi perhatian ekstra. Khususnya bagi orang tua dan pihak sekolah. Bila tidak, insiden yang tak diinginkan bisa saja terjadi, kapan saja.

Hal inilah yang dialami dua kelompok siswa SD di Batam pada Sabtu (23/11/2019). Hanya karena masalah sepele yakni ribut saling ejek di media sosial Whatsapp, dua kelompok siswa SD di Sekupang, Batam terlibat aksi tawuran.

Sejumlah siswa sekolah dasar di Sekupang yang masih mengenakan baju seragam olah raga tersebut terlibat perkelahian. Beruntung, aksi tersebut cepat tercium oleh aparat kepolisian di Polsek Sekupang.

Para siswa SD yang terlibat tawuran langsung diamankan polisi di Mapolsek Sekupang. Bahkan para guru dan orang tua dari kedua sekolah juga turut dipanggil polisi.

"Kami tidak ingin terjadi lagi hal seperti ini. Kami panggil orangtua dan guru," kata Kapolsek Sekupang AKP Ulil sebagaimana dilansir Batamnews.co.id (jaringan Suara.com), Sabtu (23/11/2019).

Polisi meminta kedua pihak sekolah terkait agar mengawasi muridnya ke depannya, apalagi dalam bermedia sosial. Pasalnya, keributan itu terjadi karena saling ejek di Whatsapp.

"Awalnya dari media sosial. Salah seorang murid perempuan (SD 0X Sekupang) yang mengatakan siswa di (SD 0Y) banci. Hingga tulisan tersebut menyebar luas (di kalangan siswa)," sebutnya.

Akibat terpicu ejekan tersebut, murid SD 0Y Sekupang yang berlokasi di Sei Harapan mendatangi lokasi SD 0X yang berada di Patam Lestari. Mereka pun menantang perkelahian hingga berujung keributan.

Para murid ini disaksikan orang tua mereka diminta untuk membuat perjanjian agar hal serupa tidak terjadi.

"Kami lakukan pendataan serta ambil foto mereka. Lalu kami minta buat surat pernyataan untuk tidak kembali mengulangi lagi, sebelum kita kembalikan ke orang tua mereka masing-masing," ujar Ulil. (📝Suara.com)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments