Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Sabtu, Oktober 26

Bangkitkan Gairah Membaca, HMI Kom.Tarbiyah Metro Bedah Buku Bumi Manusia




Bangkitkan Gairah Membaca, HMI Kom.Tarbiyah Metro Bedah Buku Bumi Manusia


Resah dengan budaya literasi yang perlahan dilupakan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah IAIN Metro menggelar bedah buku. Acara berlangsung pada pukul 13.30 WIB, berlokasi di Cafe Mama, Metro, Sabtu (26/10/2019).

Bedah buku tersebut mengangkat maha karya Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia. Kegiatan bedah buku dimantik  langsung oleh Diyan Ahmad Saputra selaku Pengurus Besar (PB) HMI, dihadiri lebih dari 25 audiens yang terdiri dari anggota HMI dan para mahasiswa pegiat literasi.

Agung Wiratama, selaku moderator sekaligus Ketua Bidang Penelitian Pengembangan dan Pembinaan Anggota (P3A) HMI Komisariat Tarbiyah memberikan sedikit gambaran isi buku Bumi Manusia, sebelum akhirnya seluruh cerita dibahas secara gamblang oleh pemantik diskusi. 

"Buku ini memiliki tebal 535 halaman dan berisi tentang perjalanan seorang tokoh bernama Minke. Minke adalah salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Minke digambarkan sebagai seorang revolusioner di buku ini. Ia berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga berani memberontak terhadap kebudayaan jawa, yang membuat nya selalu dibawah. Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang 'Nyai' yang bernama Nyai Ontosoroh yang dianggap sebagai perempuan yang tidak mempunyai norma kesusilaan karena setatusnya sebagai seorang istri simpanan." Ujar Wira.


Dilanjutkan Dyan selaku pemantik menjelaskan bahwa pesan yang hendak disampaikan oleh penulis adalah 'kisah Romansa Minke & Annelies hanyalah perahu pengantar saja.'

"Kisah Minke & Annelies ini hanya perahu pengantar saja, sisanya bagaimana penjabaran Pram tentang feodalisme, feminisme, kolonialisme, percintaan dan kemanusiaan,isinya kompleks dan paket komplit ini buku." Ujar Dyan.

Agung Wiratama menambahkan penjelasan bahwa dalam karya Pram tersimpan banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran hidup. Hal yang menarik ketika Pram berhasil membalut naskah sejarah kemudian disajikan dalam bentuk novel seperti ini.

“Bagaimana tidak paket komplit? Dalam buku ini kita belajar banyak hal. Pram berhasil membalut naskah sejarah yang mungkin anak muda jaman sekarang sudah enggan membaca karena terkesan membosankan, kemudian disajikan dalam bentuk novel. Tentu ini layak dijadikan formula sebagai pembangkit gairah membaca” tambahnya.

Windo Tarnando, Ketua Umum Komisariat Tarbiyah IAIN Metro menghimbau kepada seluruh kader HMI agar mulai menanamkan kebiasaan literasi dalam diri.

"Banyak berdiskusi maka kita sama saja memupuk wawasan. Tidak ada alasan untuk tidak ikut berdiskusi,dalam waktu saya yang sibuk saja, saya sempat kan menghadiri acara diskusi ini. Maka untuk teman-teman yang belum tergerak hatinya mari kita perbanyak diskusi karena itu bisa memupuk wawasan kita." ujar Windo.

“Dengan adanya kajian rutin seperti ini kader ataupun mahasiswa memiliki gairah baca buku kembali. Tujuannya supaya mahasiswa memiliki budaya literasi dan wadah untuk berdiskusi,” tambah Windo.

Menjelang akhir kegiatan, Dyan Ahmad Saputra menyimpulkan bahwa peran manusia itu sejatinya sangat lah penting dalam perubahan sosial yang kian mundur seperti yang diterangkan oleh Nyai Ontosoroh, salah satu karakter kuat buku Bumi Manusia, Nyai Ontosoroh.

"Jangan anggap remeh si manusia yang kelihatannya juga begitu sederhana, biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu sepeka dewa, pengetahuan mu tentang manusia tidak akan pernah kemput” tutupnya.

Di akhir acara yang sangat antusias Dimas Besari, salah seorang seniman sekaligus kader HMI Komisariat FKIP Metro menutup acara dengan penggalan puisi tajuk feodalisme.
Pewarta Muhammad azizurahman. (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments