Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Minggu, September 29

Memberikan Sumbangan Tapi Diungkit, Ini Pandangan Islam




Memberikan Sumbangan Tapi Diungkit, Ini Pandangan Islam


Pernah pastinya kita merasakan diminta sumbangan oleh orang tak dikenal dengan alasan yang belum jelas, namun hal itu tidak disyari’atkan dalam agama Islam.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma , ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seseorang senantiasa meminta-minta kepada orang lain sehingga ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong daging pun di wajahnya. (Shahih. HR. Bukhari no. 1474, dan Muslim no. 1040.)

Sementara, Diriwayatkan dari Hubsyi bin Junâdah Radhiyallahu anhu , ia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa meminta-minta kepada orang lain tanpa ada kebutuhan, maka seolah-olah ia memakan bara api.(HR. Ahmad IV/165 no.17543, Ibnu Khuzaimah IV/100 no.2446, dan Ath-Thabrani IV/15 no.3506.)

Dari beberapa dalil diatas, minta sumbangan untuk kepentingan pribadi apalagi untuk memperkaya diri sendiri itu termasuk dosa, namun jika meminta ada keperluan yang jelas misal untuk membantu korban gempa diperbolehkan.

Islam tidak menganjurkan untuk meminta-minta, apalagi dengan 'memaksa' untuk memberikan sumbangan, karena pada dasarnya infaq maupun sedekah didasari dengan rasa ikhlas si pemberinya.

Namun, bilamana anda pernah menemui kasus ada yang meminta sumbangan dengan cara 'memaksa', berikanlah seikhlasnya yang anda miliki, mungkin dirinya lagi memerlukan, karena dalam Islam pun kita dianjurkan untuk saling tolong-menolong.

Dan ingat jika sudah anda berikan, janganlah anda mengungkit apa yang telah diberikan, karena sedekah yang anda berikan akan menjadi sia-sia.

Allah Ta’ala berfirman, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)” (QS. Al Baqarah: 264).

Ibnu Katsir menjelaskan, “Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa sedekah menjadi sia-sia hanya karena si pemberi mengungkit-ungkit sedekah yang telah ia beri dan ia menyakiti yang menerima. Seseorang tidak mendapatkan pahala sedekah akibat melakukan dua kesalahan tersebut.”. (maulana)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments