Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Kamis, September 12

KPAI Sebut Audisi Bulutangkis Djarum Dekatkan Anak ke Rokok



KPAI Sebut Audisi Bulutangkis Djarum Dekatkan Anak ke Rokok


Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum bisa mendekatkan anak pada rokok, hal itu dikatakan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, bahwa meski tidak secara langsung mengajak anak merokok tapi hal itu dapat mendekatkan..

Lanjut Susanto, dalam audisi bulutangkis ini, anak-anak yang mengikuti audisi itu otomatis akan mendapat informasi tentang produk rokok karena nama produk rokok menjadi bagian dari nama audisi.

Anak yang mendapatkan informasi tentang rokok bisa tergoda untuk mencoba rokok dan kemudian susah berhenti merokok karena sudah kecanduan.

"Karena itu, iklan, promosi dan sponsor rokok, termasuk publikasi citra merek rokok dibatasi. Di media penyiaran misalnya hanya boleh antara pukul 21.30 hingga 05.00," kata Susanto melansir antara, Rabu (11/9/19)

"Saya tidak katakan prevalensi perokok anak di Indonesia meningkat karena PB Djarum. Banyak faktor yang mempengaruhi prevalensi itu, salah satunya akses anak terhadap rokok," ia menambahkan.

Susanto mengatakan bahwa ketika bicara tentang prevalensi anak perokok, yang paling mengkhawatirkan adalah peningkatan prevalensi perokok di kalangan anak usia sekolah dasar

"Karena itu, jangan sampai anak-anak kita terus didekati dengan informasi dan citra rokok yang bisa membuat mereka penasaran dan ingin mencoba merokok," katanya.

Menurut Susanto, pemerintah ingin menurunkan prevalensi perokok di kalangan anak dan untuk itu pemerintah membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan semua pihak.

"Bukan hanya kementerian/lembaga, tetapi juga seluruh korporasi, masyarakat, orang tua, dan guru," katanya. (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments