Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Jumat, Agustus 16

Wujud Penghargaan dan Doa Bagi Satgas Yonif PR 328, Warga Skouw Gelar Tradisi Mansorandak


Wujud Penghargaan dan Doa Bagi Satgas Yonif PR 328, Warga Skouw Gelar Tradisi Mansorandak 

Sebagai wujud terima kasih dan penghargaan karena telah banyak membantu mereka, warga Skow menggelar Tradisi Mansorandak (Injak Piring) untuk mengukuhkan anggota Satgas Pamtas Yonif PR 328/Dgh sebagai bagian orang Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han).,dalam rilis tertulisnya di Jayapura, Papua, Kamis (15/8/2019).

Diungkapkan Dansatgas, tradisi upacara adat Injak Piring ini dipimpin langsung Kepala Administrasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Yan Z. Numberi.

“Pengukuhan sebagai bagian dari warga Papua didedikasikan oleh masyarakat setempat sebagai penghargaan atas keberhasilan Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, dalam menjaga wilayah perbatasan RI-PNG, “ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tradisi Injak Piring adalah penyambutan bagi mereka yang pergi merantau jauh di luar tempat asal untuk waktu yang cukup lama. Masyarakat percaya kalau tradisi ini merupakan ungkapan syukur karena telah menjalani perjalanan jauh. 

“Yang menjadi ciri khas dari tradisi ini adalah menginjak piring. Tradisi ini juga diyakini untuk mengusir roh-roh jahat yang ikut bersama mereka yang merantau, sehingga mereka perlu dibersihkan melalui tradisi Mansorandak,” katanya. 

Erwin Iswari mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan ini dengan menjadikan Satgas bagian dari orang Papua.

“Kami merasa sangat terhormat telah menjadi bagian dari warga Papua, dan ini akan kami kenang selamanya,” sambungnya.

Sementara itu, Yan Z. Numberi, mengatakan bahwa dirinya selaku anak adat dari Suku Saereri mendapatkan tugas melakukan ritual adat dengan meminta izin kepada leluhur untuk menempatkan Satgas sebagai bagian dari warga Papua.

“Kami ingin hari ini, Satgas 328 sebelum kembali untuk menjadikan bagian dari orang Papua yaitu dengan ritual injak piring,” pungkasnya.

Acara tradisi dilakukan di depan Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH dengan diawali injak piring yang dilakukan oleh Dansatgas diikuti seluruh personel, dan pemberian gelang secara simbolis kepada Dansatgas. (Dispenad)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments