Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Rabu, Agustus 21

Gubernur Papua: Kami Bukan Bangsa 'Monyet', Kami Manusia



Gubernur Papua: Kami Bukan Bangsa 'Monyet', Kami Manusia

Gubernur Papua, Lukas Enembe, menegaskan rakyat Papua bukan bangsa monyet sebagaimana teriakan yang dilontarkan oleh sejumlah aparat keamanan dan ormas kepada mahasiswa Papua dalam insiden di Asrama Papua Jalan Kalasan No. 10 Surabaya, Jumat (16/08/2019).
.
.
“Kami bukan bangsa monyet. Kami adalah manusia Papua yang punya harga diri dan martabat sama dengan suku bangsa lain. Tindakan rasial yang dilakukan di Surabaya itu harus dihentikan, itu sangat melukai hati rakyat Papua,” tegas Gubernur Lukas di hadapan puluhan wartawan saat menggelar jumpa pers di Gedung Negara Jayapura, Minggu (19/08/2019).
.
.
Pernyataan ini disampaikan Enembe didampingi  Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, T.E.A. Hery Dosinaen dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  menyampaikan lima pernyataan sikap tegas mewakili pemerintah dan masyarakat Provinsi Papua.
.
.
Salah satunya, meminta kepada masyarakat Non Papua maupun aparat di seluruh wilayah Indonesia untuk tidak melakukan hal-hal atau tindakan-tindakan inkonstitusional, seperti persekusi, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, bertindak rasis, dan diskriminatif, intoleran dan lain-lain yang dapat melukai hati masyarakat Papua serta mengganggu harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
.
.
“Kita sudah 74 tahun merdeka. Seharusnya tindakan-tindakan intoleran, rasis, dan diskriminatif tidak boleh terjadi di negara Pancasila yang kita junjung bersama,” katanya.
.
.
Menurut Lukas, Pemerintah Provinsi Papua akan mengirim tim yang melibatkan Polda Papua, Kodam dan wartawan ke tiga kota studi mahasiswa itu yakni Surabaya, Semarang dan Malang untuk menyelidiki dan berdialog dengan mahasiswa dan pemerintah setempat.
.
.

Dalam siaran pers yang diterima media ini, Pengacara Publik LBH Surabaya, Sahura,  menjelaskan bahwa pada tanggal 16 Agustus 2019 sekitar pukul 15.20 WIB, Asrama Mahasiswa Papua Surabaya di Jl. Kalasan No. 10 didatangi anggota TNI, Satpol PP, Polisi dan sejumlah Ormas.
.
.
Kedatangan mereka berkaitan dengan dugaan adanya pengrusakan tiang bendera dan pembuangan bendera merah putih ke selokan.
.
.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh pihak LBH Surabaya dari salah satu mahasiswa yang ada di Asrama itu, lanjut Sahura, pada saat kejadian tanggal 16 Agustus 2019, oknum anggota TNI sempat menggedor pintu gerbang Asrama sambil mengucapkan kata-kata “anjing, monyet, babi, binatang” yang ditujukan terhadap Mahasiswa Papua yang ada di dalam Asrama.
.
.
Beberapa saat kemudian, datang puluhan anggota Ormas lalu melempari Asrama dengan batu. Massa juga menyanyikan yel-yel dengan ucapan usir Mahasiswa Papua. (Suarapapua.com)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments