Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Loker Gink Tech Terbaru KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Gabung Grup WA Loker KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram Loker KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Minggu, Maret 31

Earth Hour Memberikan Harapan Bagi Perubahan Iklim

Foto Ketua Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat (YLHBR) Andi Ashdik Adly no 2 dari kiri dan Ajie Darmawan Kordinator Kota Bandar Lampung no 3 dari kanan.

Earth Hour Memberikan Harapan Bagi Perubahan Iklim 

Earth hour dan WWF melakukan kampanye secara massive di seluruh dunia untuk mengajak masyarakat mematikan lampu selama satu jam dari jam 20.30 hingga 21.30, menurut waktu lokal masing-masing. Sabtu (30/3), di Tugu Adipura Bandar Lampung.
.
Ajie Darmawan Kordinator Kota Bandar Lampung, menyampaikan Logo Earth Hour awalnya hanya menggunakan angka 60 saja bermotif Planet Bumi untuk melambangkan 60 menit waktu yang digunakan untuk berpartisipasi dalam Earth Hour.
.
"Namun, sejak 2011, logo tersebut mendapat tambahan tanda + (plus) di belakang angka 60. Tanda plus tersebut merepresentasikan tujuan Earth Hour yang mendorong publik untuk melakukan aksi lanjutan setelah satu jam mematikan lampu. Dia menyampaikan juga untuk bisa mengajak rekan dan saudara untuk tergabung dalam Earth Hour agar terbentuk di kabupaten-kabupaten khususnya yang ada di lampung."Kata Ajie
.
Dalam acara ini, turut serta hadir Ketua Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat (YLHBR) Andi Ashdik Adly, SH.
.
"Pada acara Earth Hour Bandar Lampung bahwa untuk menunjukkan perubahan nyata melalui gerakan untuk iklim dan membangun pondasi untuk masa depan yang lebih baik bagi planet kita dan generasi mendatang"Kata Andi 

Dalam hal ini ditangkap positif oleh Ketua Yayasan Lembaga Hukum Bela Rakyat (YLHBR) Andi Ashdik Adly yang hadir pada acara Earth Hour Bandar Lampung. Beliau juga menyampaikan Sesuai dengan Surat Himbauan Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan Nomor 557/245/1-06/2019 pada tanggal 28 Februari 2019 dengan himbauan:

"Mengurangi dan mengelola sampah, hemat kertas dan tisu serta mematikan lampu dan peralatan elektronok yang tidak sedang dipakai selama satu jam pada hari saptu tanggal 30 maret 2019 pukul 20.30-21.30 WIB, Dinas Koperindak dan UKM Kota Bandar Lampung agar melakukan pemantawan, monitoring dan evaluasi terhadap mall/pusat perbelanjaan dalam rangka menyukseskan program Earth Hour, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandar Lampung agar melakukan pemantawan, monitoring dan evaluasi terhadap hotel dan restauran dalam rangka menyukseskan program Earth Hour, serta Camat dan lurah beserta rukun tetangga melakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi terhadap dalam rangka menyukseskan program Earth Hour."Tegas Andi

Andi Melanjutkan, Suatu langkah yang positif namun himbawan tersebut harus memiliki kepastian dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Dinas, Camat dan Lurah. Karena Mayoritas energi listrik yang kita nikmati masih dihasilkan dari pembakaran sumber daya yang tidak terbarukan (minyak bumi dan batu bara). 

"Padahal, kita tahu bahwa ketersediaan bahan bakar tersebut semakin menipis dan dampak pembakarannya pun menghasilkan emisi yang mempercepat laju pemanasan global. Untuk menghindari kerugian yang lebih luas akibat pemanasan global, ada dua cara yang bisa kita lakukan, yaitu efisiensi energi dan konversi energi ke sumber-sumber terbarukan. Earth Hour merupakan salah satu wujud efisiensi energi yang paling sederhana dan bisa dilakukan setiap individu"Tutur Andi

Acara tersebut dihadiri beberapa lapisan masyarakat dan organisasi kampus serta lembaga-lembaga untuk berpartisipasi dunia untuk terus menjadi bagian dari momentum global.  Earth Hour mengajak setiap individu untuk menjadi bagian pembuatan sejarah melawan perubahan iklim, baik melalui acara sosial, kampanye interaktif dan melalui sosial media.(Red)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments