Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Jumat, November 2

Perbedaan Cara Mengemudi Mobil Drifting dan Slalom yang Perlu Kamu Tau

Foto sportku.com
Perbedaan Cara Mengemudi Mobil Drifting dan Slalom yang Perlu Kamu Tau

Infokyai.com - Drift dan Slalom terkadang bagi sebagian orang menilainya cara mengemudikannya sama saja, tak ada perbedaanya, namun saja hal itu ternyata memiliki perbedaan yang jauh lebih mendalam lho, antara mengemudikan mobil drifting dan slalom. 

Sekilas jika diperhatikan, cara mengemudikan mobil balap drift dan slalom sepertinya memiliki gaya yang serupa, namun saja diantara kedua cabang balap tersebut, memiliki ciri khas masing - masing lho yai, meski sama-sama harus menampilkan aksi 'ngepot', teknik keduanya berbeda.

Meski sama-sama melakukan balapan di atas aspal dengan aksi sideways, dalam hal sirkuit, slalom dan drifting memiliki perbedaan.

Menurut Demas Agil, pebalap yang berlaga di dua cabang balap tersebut, mengemudi mobil drift dan slalom memiliki teknik yang tidak sama. "Berbeda sekali untuk mengendarai mobil balap slalom dan drift. Karena untuk di slalom, kita harus lebih sedikit atau meminimalisir ngepotnya. Tetapi untuk di drifting, kita harus open, wide open, full angle, dan ini adalah dua hal yang sangat berbeda," beber Demas Agil Dilansir sportku.com

Pebalap yang tahun lalu berhasil mengawinkan gelar juara nasional slalom A dan F ini menjelaskan bahwa kedua teknik antara slalom dan drifting, tidak bisa diaplikasikan dalam masing-masing balap. "(Jika) Kita pakai gaya drift untuk balap slalom, kita akan kalah. Begitu pula sebaliknya, kita pakai gaya slalom di drift, sudah pasti kalah juga," tambah Demas.

Hal tersebut dikarenakan cara penilaian yang diterapkan dalam dua cabang olahraga tersebut. Dalam slalom, pebalap diharuskan mencatatkan waktu secepat mungkin dalam menaklulan rintangan berupa cone. Sehingga, pebalap harus menjaga slide kendaraan agar tidak terlalu over. Karena, jika terlalu over hingga seperti goayangan drift, sudah pasti waktu yang dihasilkan akan melorot jauh.

Sedangkan jika teknik slalom dipakai untuk drifting, para juri pasti akan menilai bahwa angle yang dihasilkan tidak memiliki unsur keindahan. Karena salah satu penilaian dalam drifting adalah keindahan pebalap dalam melakukan slide di lintasan. Ini dikarenakan penilaian drift yang bernilai subyektif. (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...