Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Senin, Oktober 22

Ketika Teman Kentut, Eh Malah Ditertawakan, Ini Dia Menurut Pandangan Islam, Simak Baik-baik!


Ketika Teman Kentut, Eh Malah Ditertawakan, Ini Dia Menurut Pandangan Islam, Simak Baik-baik!

Infokyai.com - Ketika teman kentut eh malah ditertawakan, bahkan sampai mengejek temannya yang kentut tersebut, nah apakah kalian berpikir hal itu sudah termasuk dalam perbuatan yang tidak terpuji? Contoh di ilustrasikan:
.
.
Lagi kumpul bareng dengan teman2, tiba-tiba tercium bau, nah Biasanya ada orang yang nyeletuk .
"siapa nih yang kentut?"Kata si A
.
.
Semua terdiam, dan akhirnya saling tuduh menuduh.
"Lo ya yang kentut"
.
.
Bahkan ada yang langsung nyeletuk seperti ini "Bau banget sih yang kentut, kayak telor busuk"
.
.
Dari ucapan diatas, hal itu pun secara tidak langsung perkataannya cukup menusuk teman kalian.
.
.
Terkait tentang teman kentut, kejadian seperti ini pernah terjadi di masa jahiliyah. Dalam Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, Al-Mubarokfuri mengatakan “Dulu mereka (para sahabat) di masa jahiliyah, apabila ada salah satu peserta majlis yang kentut, mereka pada tertawa. Kemudian beliau melarang hal itu.” (Tuhfatul Ahwadzi, 9/189).
.
.
Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan, Umumnya orang akan menertawakan dan terheran dengan sesuatu yang tidak pernah terjadi pada dirinya. Sementara sesuatu yang juga dialami dirinya, tidak selayaknya dia menertawakannya. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela orang yang menertawakan kentut. Karena kentut juga mereka alami. Dan semacam ini (menertawakan kentut) termasuk adat banyak masyarakat. (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/120). Kemudian Imam Ibnu Utsaimin juga menyebutkan satu kaidah, Ini merupakan isyarat bahwa tidak sepantasnya bagi manusia untuk mencela orang lain dengan sesuatu yang kita juga biasa mengalaminya. Maroji’ : syarh riyadlush sholihin, (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/120).
.
.
Coba berpikir dewasa, adakah manfaatnya bagi kita mencari-cari tau siapa yang kentut? Bukankah tidak ada faedahnya. Terlebih lagi, jika sampai mentertawakannya, padahal Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam pernah bersabda, “Mengapa kalian mentertawakan kentut yang kalian juga biasa mengalaminya.” (HR. Bukhari 4942 dan Muslim 2855).
.
.
Semoga kita semua senantiasa, selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT, agar selalu mendapatkan keberkahan, sehingga kita semua bisa terhindar dari panasnya api neraka kelak. Aamiin (*)
.

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...