Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Selasa, Agustus 14

Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Apresiasi Kinerja Gubernur M.Ridho Ficardo


Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Apresiasi Kinerja Gubernur M.Ridho Ficardo
BANDARLAMPUNG---Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo menerima kunjungan silaturahmi dari Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Senin (13/8) malam. 

Dalam silaturahmi tersebut hadir berbagai instansi, lembaga dan perusahaan keuangan, dan asuransi yang tergabung dalam Forum komunikasi industri jasa keuangan (FK-IJK) Provinsi Lampung. Diantaranya adalah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), OJK Lampung serta berbagai perwakilan kepala cabang bank di Lampung.

Kepala OJK Provinsi Lampung Indra Krisna menyatakan sangat berterimakasih kepada Gubernur Lampung karena diberi keemoatan dan waktu untuk bersikaturahmi.

"Saya tahu pak Gubernur jadwalnya padat oleh karenanya saya mewakili teman-teman industri jasa keuangan Provinsi Lampung berterimakasih karena diberi kesempatan dan waktu untuk bersilaturahmi, bahkan bisa disambut di tempat yang luar biasa ini, di Mahan Agung yang sebelumnya hanya bisa kami lihat dari luar saja," kata Indra Krisna

Dalam kesempatan tersebut Indra juga mengapresiasi kenerja Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo, dimana selama masa kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung tercatat sebesar 5,21 persen lebih tinggi dibandingkan Se-Sumatera yang hanya 4,46 persen di tahun 2017. Bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yakni 5,06 persen.

Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi Provinsi Lampung pun dapat dikendalikan dengan baik sebesar 3,02 % sepanjang 2017. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Sumatera dan nasional sebesar 3,31 % dan 3,61 %.

Dengan kondisi yang demikian baik, Indra Krisna menyatakan bahwa FK-IJK selalu siap memberikan kontribusi positif untuk mendukung bahkan mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Ridho menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung dulu kurang kondusif, terutama dari sisi keamanan. Namun demikian hari ini kondisinya sudah sangat baik.

"Dulu itu pertumbuhan ekonomi di Lampung kurang baik, selain dari sisi keamanan muncul juga raja-raja kecil yang bermain. Namun hari ini kondisinya sudah sangat berbeda, berbalik 180 derajat. Peluang-peluang sudah semakin terbuka, sektor usaha bergerak sangat cepat dan dinamis. Tentu ini juga berkat dukungan dari bapak-bapak semua," papar Ridho.

Gubernur Ridho juga menyampaikan bahwa daya saing Provinsi Lampung meningkat pesat selama tiga tahun terakhir ini. Dari posisi 25 Nasional pada tahun 2015 menjadi peringkat 11 diawal tahun 2018. Selain itu pertumbuhan ekonomi Lampung nomor tiga di Sumatera setelah Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

"Alhamdulillah kita No.3 di Sumatera, tapi saya optimis kita bisa meningkat lebih jauh lagi. Kalau di Sumatera Selatan saya yakin karena ada Asian Games jadi pertumbuhannya meningkat sementara, sedangkan di Sumatera Barat saya tidak tahu apakah karena hitung-hitungan kalkulatornya yang pinter atau gemana, tapi saya optimis pertumbuhan ekonomi Lampung bisa lebih meningkat lagi," papar Gubernur Ridho sambil sedikit bergurau.

Lebih lanjut, dalam silaturahmi tersebut Gubernur Ridho juga menekankan agar Industri Jasa Keuangan dapat membantu dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lampung sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Lokomotif kita adalah sektor keuangan, oleh karena itu alangkah baiknya jika program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) juga digunakan untuk pemberdayaan UMKM. Misalnya bekerjasama dengan dinas pemerintah atau bergerak mandiri untuk melakukan pemberdayaan agar UMKM mampu memenuhi syarat perbankan (bankable)," tutup Ridho. (*)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...