Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Minggu, Juli 1

Oknum Bidan yang Jadikan Bayi Pasien untuk Main Tik-Tok Akhirnya Dapat Sanksi


Oknum Bidan yang Jadikan Bayi Pasien untuk Main Tik-Tok Akhirnya Dapat Sanksi

Infokyai.com - Masih ingatkan video seorang bidan yang tempo lalu viral karena jadikan bayi pasien untuk main Tik-Tok, dari hal itu pun bidan tersebut menjadi sorotan warganet. Pasalnya hal yang dilakukan bidan tersebut dinilai tidak pantas. 
Baca Juga : Kasian Ibu Maisuri Akibat Tumor yang Dideritanya, Tubuhnya Makin Lemas dan Kurus https://goo.gl/PJSjf2
Video oknum bidan itu pun viral dan menuai kecaman warganet, meski sudah dihapus, tapi video itu masih tersebar di medsos,  dan kabarnya oknum bidan itu telah meminta maaf ke orang tua bayi, dan kasus itu pun sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun saja atas tindakan yang dilakukan oknum bidan itu, akhirnya ia pun terkena getahnya juga, meski ia sudah meminta maaf ke orang tua bayi, bidan itu pun diberikan sanks oleh pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) tempatnya bekerja.

"Bidan tersebut pada hari ini persis sudah dirumahkan untuk sementara waktu oleh pihak RS. Ini berkaitan dengan menghindari upaya konfirmasi yang banyak" ujar Rojak, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Jawa Barat dikutip infokyai.com dari Kompas.com 

Tambah Rozak, Pihaknya belum mengetahui sampai kapan oknum bidan tersebut akan disanksi atas insiden yang dilakukannya. Nah, atas insiden ini, Rojak berharap peristiwa serupa tidak terjadi kembali.

Selain itu, ia berharap tidak ada tenaga kesehatan yang menjadikan anak sebagai bahan lucu-lucuan ataupun olok-olokan.
Baca Juga :  Lagi Jatuh Korban, Kali Ini Bocah 14 Tahun Tewas Akibat Terkena Peluru Pasukan Israel https://goo.gl/Bs1zUs
"Kami berharap dengan adanya kasus ini tidak ada lagi kejadian tenaga kesehatan menjadikan anak-anak menjadi bahan olok-olokan, karena bagaimana pun juga itu tidak pantas dilakukan," ucap Rojak. (*)



Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...