Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Kamis, Juni 28

Pernyataan Sikap Jendral Gerakan 20.000 Mahasiswa Lawan Politik Uang


Pernyataan Sikap Jendral Gerakan 20.000 Mahasiswa Lawan Politik Uang

Gerakan 20.000 mahasiswa lawan politik uang yang sudah melakukan pengawalan gerakan dari awal tahapan pilkada hingga tiba 27 Juni 2018 tepatnya hari rabu yaitu hari pemilihan di TPS di seluruh Lampung, melihat, memperhatikan dan terjun langsung ke lapangan, bahwa pilkada Provinsi Lampung 2018 adalah kematian demokrasi, pragmatisme dan pelanggaran-pelanggaran dalam proses pilkada bisa melenggang dengan gegap gempita dan bahagia tidak sama sekali di anggap serius dan ditindak secara tegas oleh Bawaslu Provinsi Lampung dan penyelenggara lainnya. Mulai dari sembako, amplop, bahkan pelibatan perangkat desa sebagai tim pemenangan paslon. Ini semua menodai dan merusak bahkan mematikan ruh demokrasi di Provinsi Lampung.

Oleh karenanya, Jendral Gerakan 20.000 Mahasiswa Lawan Politik Uang,

 *MENYATAKAN SIKAP:*

1. Menyatakan protes kepada bawaslu Provinsi Lampung  yang tidak mampu bekerja sesuai harapan bahkan mengecewakan dikarenakan banyaknya temuan-temuan yang tidak mampu diselesaikan hingga akhir.

2. Mengecam kepada bawaslu Provinsi Lampung yang tidak bisa menjaga nilai-nilai demokrasi yang luhur dan melepaskannnya dari pengkhinatan-pengkhianatan elit politik seperti campur tangan yang membabi buta oleh  perusahaan dalam proses pemenangan serta politik transaksional.

3. Mengekspresikan keresahan dan kegelisahan rakyat terhadap proses demokrasi yang penuh dengan tipudaya dan ilusi demokrasi liberal yang tidak terfokus pada kesejahteraan rakyat, dan hanya menjadikan rakyat sebagai objek politik saja.

4. Mengecam keras para pemilik modal, korporasi, komprador, elit pengusaha yang menjadikan momen pilkada, pileg, pilpres dan proses demokrasi lainnya, sebagai alat melanggengkan kepentingan perusahaannya. Bukan untuk kepentingan rakyat.

5. Sebagai ajakan kepada seluruh elemen masyarakat dan negara untuk mawas diri terhadap rongrongan para pengkhianat negara di momen-momen politik. Jangan sampai tahun-tahun politik ini negara kita terpecah belah dan jangan sampai di tahun-tahun politik ini kita menjual kepercayaan rakyat kepada kaum pemilik modal. 

6. Menyatakan dengan tegas bahwa mahasiswa senantiasa siap mengawal demokrasi Lampung, untuk terciptanya kedaulatan rakyat, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. 

Dengan ini gerakan 20.000 mahasiswa lawan politik uang akan menggelar gerakan yang lebih besar dan konsen membenahi demokrasi di lampung. 

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...