Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">
Loading...

Rabu, Juni 20

Dukung Ridho, Marhaen Menggugat Gelar Pesta Rakyat Serentak di 200 Lokasi Se-Lampung

Salah satu acara Marhaen Menggugat lomba menangkap ikan dengan tangan di Pekon Cipta Mulya, Kebun Tebu, Lambar.
Dukung Ridho, Marhaen Menggugat Gelar Pesta Rakyat Serentak di 200 Lokasi Se-Lampung

Bandarlampung Marhaen Menggugat menerbitkan maklumat mendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pasangan Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri. Sebab pasangan itu dinilai terbebas dari pengaruh campur tangan dan cengkraman konglemrat dan korporasi yang bisa menyengsarakan rakyat.

Juru Bicara Marhaen Menggugat, Asyono, mengatakan, untuk membuktikan dukungannya itu Marhaen Menggugat menggelar Pesta Rakyat dengan tema "Melestarikan Budaya Desa Menyelamatkan Budaya Bangsa". Pesta Rakyat ini sekaligus merayakan Haul Bung Karno yang akan diselenggarakan serentak di 200 titik Se-Lampung pada 19 dan 21 Juni 2018.

Pesta Rakyat ini sekaligus deklarasi Marhaen untuk mendukung Ridho-Bachtiar. Pesta Rakyat ini terdiri dari Kuda Kepang, Reog, panjat pinang, menangkap ikan dengan tangan, dan berbagai kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat secara langsung.

"Bung Karno dalam setiap pidatonya selalu menyampaikan jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah), jika diartikan lebih luas jangan melupakan Marhaen yakni orang kecil, petani, nelayan, buruh, dan rakyat miskin lainnya. 
Karena Negara ini dibuat agar mandiri secara ekonomi, berdaulat secara politik, dan berkepribadian secara budaya," ujar Asyono, Rabu (20/6).

Melalui acara Pesta Rakyat dalam memperingati Haul Bung Karno Marhaen Menggugat menyeruhkan Rakyat Lampung harus mandiri secara ekonomi terbebas dari jeratan dan dominasi kerakusan konglemrat/korporasi yang menyengsarakan rakyat.

Kemudian, lanjut Asyono, berdaulat secara politik dengan memilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang terbebas dari campur tangan konglemrat dan korporasi yang menyengsarakan rakyat yakni pasangan Ridho-Bachtiar. Dan menolak Cagub-Cawagub boneka Korporasi.

"Hidup Marhean, Hidup Rakyat, Hidup Ridho-Bachtiar," pungkasnya.(*)


Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...
script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">