Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Sabtu, Juni 23

Buset Tiket Pantai Anyer Rp 100 Ribu, Pemda: Nggak Terlalu Mahal


Buset Tiket Pantai Anyer Rp 100 Ribu, Pemda: Nggak Terlalu Mahal

Infokyai.com - Jika sudah momen liburan, wisata adalah salah satu tujuan yang dicari, dan bahkan para masyarakat pun rela bermacet-macetan hanya untuk berwisata..
Baca Juga : Rumah Sakit Abdoel Moeloek Banjir? https://goo.gl/FRnPGH
Namun saja baru-baru ini tengah viral sebuah tiket Pantai Anyer yang dikenakan biaya Rp.100 ribu untuk kendaraan pribadi pada periode Senin (18/6) lalu.
.
.
Dengan harga segitu, pastinya banyak para masyarakat yang merasa keberatan, namun saja terpisah dari itu, seperti dilansir @infokyai dari detik.com, menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Serang Tahyudin, adalah biasa. Pada hari biasa, kendaraan pribadi dikenai harga Rp 75 ribu dan Rp 800 ribu untuk bus. Motor, menurutnya, dikenai tarif Rp 20 ribu. "Biasanya Rp 75 ribu. Rp 100 ribu Lebaran. Rp 800 ribu bus, bukan tiket. Kalau ada 60 orang di bus berarti 14 ribuan, nggak terlalu mahal," kata Tahyudin saat dimintai konfirmasi, Serang, Banten, Jumat (22/6/2018).

Dari harga tiket sebesar itu, ia mengatakan tak sepeser pun masuk ke kantong Pemda Serang. Pantai diurus secara autopilot oleh pemilik. Ia mengatakan kebanyakan pemilik pantai di Anyer adalah warga Jakarta dan dikelola warga lokal. "Itu pantai punya masing-masing, perorangan. Nggak ada pemasukan. Jadi pantai terbuka, dikuasai oleh perorangan, nggak ada pemasukan untuk pemerintah," katanya.

Ia melanjutkan, karena diurus oleh masing-masing pemilik, Pemkab tidak dapat mengontrol pengelolaan wisata Pantai Anyer. Pemkab pun tidak bisa mengintervensi pengaturan biaya tiket untuk wisatawan masuk ke sana. "Nggak masalah kalau kalau terorganisir dengan baik," ungkapnya.

Sejauh ini, menurutnya, Pemkab masih mendata kepemilikan pantai di Anyer. Tapi ia mengaku kesulitan karena rata-rata pengelola di pantai tertutup ke Pemda. Khususnya karena pemilik pantai orang luar. "Memang bukan pemilik yang kita tanya, (tapi) pengelola. Pemiliknya kan orang Jakarta," ujarnya. .
Baca Juga :  Akibat Hujan Deras, Jalan Kimaja Tergenang Air, Pengendara: Waspada! Lihat Jalan Awas Masuk Lobang https://goo.gl/L6Wime
Ahmad Fauzi, warga Anyer, mengatakan kemacetan saat wisata pasca-Lebaran sudah dianggap akut. Sebagai warga lokal, ia tidak bisa menikmati pantai di sana karena macet dan tarif tiket yang mahal, khususnya saat libur Lebaran. Menurutnya, ada satu pantai di Anyer yang gratis. Namanya Pantai Panggarangan dan disebut oleh warga sebagai Pantai Tasinga.

"Warga menyebutnya Pantai Tasinga. Tas ngising lunga (habis buang air besar langsung pergi) karena pantai kerap dipakai buang air besar warga," katanya.

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...