Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Minggu, April 29

Perpres Tenaga Kerja Asing Diteken, Gimana Nasib Buruh ?

Foto Kompas.com
Perpres Tenaga Kerja Asing Diteken, Gimana Nasib Buruh ?

Jakarta, Infokyai.com - Permasalahan terkait tentang Peraturan Presiden Tenaga Kerja Asing, masih menuai perbincangan yang hangat dikalangan politik, aktivis, dan masyarakat, dan bahkan Ketua Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan pun angkat berbicara terkait permasalaha Perpres TKA itu. 

Baca Juga : Video Pria Yang Mengaku Imam Mahdi Viral di Medsos, Warganet : Besok Kiamat Dong? https://goo.gl/QFwVnV

Dilansir dari kompas.com, Ketua Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan mengkritisi keluarnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018.  Perpres tersebut dianggap mengurangi penyerapan tenaga kerja lokal, dan membuka lebar kesempatan bagi tenaga kerja asing. Muchtar menilai, perpres tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan sosial yang selalu digaungkan pemerintah. Ia lantas mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyatakan Indonesia diramalkan akan bubar pada 2030. 
"Ada ketidakadilan sosial yang digambarkan Prabowo, sekarang itu saya kira benar," kata Muchtar, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (28/4/2018). 
Muchtar mengatakan, saat ini sekitar 9 juta petani tidak punya tanah. Sementara, menurut dia, ada perusahaan besar yang justru memiliki tanah jutaan hektar, yang terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Padahal, SBSI telah memupuk harapan pada Joko Widodo semasa baru dicalonkan sebagai Presiden pada 2014 lalu. 

Ia mengira, Jokowi akan membuat kebijakan yang lebih menyejahterakan buruh, daripada pemerintahan sebelumnya. Namun, setahun setelah Jokowi menjabat, para buruh dikejutkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Peraturan tersebut dianggap melemahkan buruh, sehingga selalu diungkit setiap kali peringatan Hari Buruh 1 Mei. 

Kekecewaan mereka semakin bertambah atas terbitnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, yang keluar belum lama ini.  Muchtar menilai, perpres tersebut malah mendorong makin banyaknya imigran gelap masuk ke Indonesia sebagai pekerja. 
"Jurang ketidakadilan sosial makin menganga. Buruh tetap tertinggal, tapi perusahaannya bertambah," kata Muchtar.

(Red)
Baca Juga :  Pria Ini Tetap Terima Pacarnya Meski telah Dihamili Orang Lain, Alasannya Buat Kamu Terdiam https://goo.gl/QWacyA

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...