Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Sabtu, Maret 31

Terharu, Walau Tubuh Kurus Kering Penjual Bubur Ini Terus Berjuang Lawan Penyakitnya


Terharu, Walau Tubuh Kurus Kering Penjual Bubur Ini Terus Berjuang Lawan Penyakitnya

Bandarlampung, Infokyai.com - Kesehatan itu adalah harta yang paling berharga, namun kadangkali kesehatan itu malah di sia - siakan jikalau kita masih sehat, dan baru terasa mahal bilamana sudah sakit.

Baca Juga :
Pasca Dituntut 16 Tahun Penjara, Setya Novanto Mengaku Kaget https://goo.gl/8rn8A4
Karyawan Alexis: Kami Dendam, Tidak Akan Pilih Anies Lagi! https://goo.gl/JekTg6
Percikan Api Muncul di Tiang Listrik, Ini Videonya https://goo.gl/SGoUn7
Anda Tidak Lulus Tes CAT CPNS, Bimbel Gratis Tahun Depan https://goo.gl/pRvTHf

Terharu lihat Sabiis (45) warga Jalan Dr. Harun II, Gang Swadaya, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, yang terbaring lemas diatas kasur di rumah kontrakannya yang ditempati bersama istri dan anaknya yang terus berjuang melawan penyakitnya.

Kondisi tubuhnya kurus kering akibat penyakit komplikasi yang dideritanya, kedua kakinya tidak mampu menompang tubuhnya. Sehingga membuat dirinya hanya bisa terbaring diatas kasur.

Asmawati (44) istri Sabiis menceritakan, kondisi suaminya tersebut dikarenakan sakit komplikasi yang dideritanya sudah tahun. Namun, kondisinya mulai parah baru beberapa bulan terakhir ini. "Sakit-sakit mulai parah sekitar tiga bulan lalu, bahkan sampai badanny sampai kurus gitu. Dia sakit komplikasi kaya, batu ginjal, paru-paru, jantung dan darah tinggi," ujarnya saat ditemui dikediamannya.

Lanjut Asmawati, sudah beberapa kali melakukan pengobatan untuk kesembuhan sang suami. Tapi, kondisinya tidak ada yang berubah. "Sudah beberapa kali saya bulak balik ke puskesmas, pengobatan alternatif juga sudah, dirawat di rumah sakit sudah. Tapi kondisinya masih kaya gini," paparnya.

Dia menambahkan, sebelum menjalani perawatan di rumahnya, sang suami pernah di rawat diruang Melati, Rumah Sakit Umum Daerah Abduk Moeloek (RSUDAM) selama satu minggu. "Selama dirawat itu dia suka menjerit-jerit, bahkan ngomongnya sering ngwur katanya ada setan turun semua mendatanginya. Terus dia juga selalu minta pulang. Jadi saya bingung jadi terpaksa saya bawa pulang," kata dia.

Selain itu, kata dia, faktor ekonomi juga membuat dirinya harus merawat suami di semi permanen yang dikontraknya."Saya kerja pembantu rumah tangga penghasilan saya cukup untuk bayar kontrakan dan makan sehari-hari, anak saya ada tiga yang dua udah nikah, kalau dia dirawat di rumah sakit juga kasihan gak ada yang nunggu," ujarnya.



Baca Juga :
Kecelakaan Adu Kambing di Jalan Soekarno Hatta https://goo.gl/2ZoC5Y
Menkes Sebut Cacing di Ikan Kaleng Berprotein Tinggi. Coba Bu Menteri Beri Contoh Dulu! https://goo.gl/o5pcNn
Guru Cantik ini Rela Gaun Putihnya Dicoret-coret, Demi Kreatifitas Anak Didiknya https://goo.gl/fkgSaN

Meski dirinya pasrah, tapi dirinya bersama tiga anaknya berharap akan kesembuhan sang suami agar dapat membantu perekonomiannya kembali seperti semula. "Saya sudah pasrah dengan kondisi suami saya, jika mau diambil silakan ya Alloh, dari pada seperti ini seperti tersiksa suami saya. Tapi, saya berharap dia bisa sembuh agar bisa bantu keluarga lagi. Dia dulu jualan bubur sum-sum keliling," pungkasnya. (Adm/mp)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...