Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Kamis, Maret 15

Teganya! Ayah Ini, Cabuli Anak Tirinya, Warga : Apa Masih Kurang Puas Tah Dengan Ibunya !


Teganya! Ayah Ini, Cabuli Anak Tirinya, Warga : Apa Masih Kurang Puas Tah Dengan Ibunya ! 

Pringsewu, infokyai.com - Akhirnya Polsek Sukoharjo Polres Tanggamus menangkap MS (25) tersangka yang tega mencabuli anak tirinya berinisial AN (12). Mirisnya lagi, ternyata anak tirinya yang ia cabuli tersebut masih duduk dibangku sekolah dasar, dari hal itu pun membuat geram warga. "Apa masih kurang puas tah dengan ibunya ? Kok tega banget anak masih kecil gitu digituin"kata salah satu warga.

Baca Juga :
Uang Sejumlah Nasabah Bank Hilang Secara Misterius, Ternyata Ini Sebabnya ! https://goo.gl/Sqv3Kk
Kecelakaan Tunggal Didekat Flyover MBK https://goo.gl/zCNddy
Ridho-Bachtiar Pelopori Distribusi Pupuk Online di Indonesia https://goo.gl/nhmR1W
Miris! Minim Pengawasan Orangtua, Bocah Ini Asik Tonton Video 'Esek-Esek' di Rumah Sakit https://goo.gl/P5PSFB

Pada hari Senin. (12/3) sekitar pukul 20.00 WIB, MS langsung ditangkap setelah kepolisian menerima laporan dari ibu korban. "MS ditangkap tadi malam Senin (12/3/18) pukul 20.00 Wib setelah petugas menerima laporan ibu korban yang didampingi kepala pekonnya,"ungkap Kapolsek Sukoharjo AKP Wahidin, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si, Rabu (14/3/18) siang.

Setelah dilakukan pendalaman informasi, teganya MS ternyata telah melakukan perbuataan hal senonoh tersebut sejak Desember 2017 hingga Maret 2018.

Parahnya lagi, hingga saat ini korban masih mengalami depresi dan lebih kasihannya korban juga mengalami penyakit herpes "Jadi pada saat ibunya tidak ada, korban dicabuli dan diancam agar tidak melaporkan kepada siapun, sehingga saat inipun korban depresi dan takut jika melihat laki-laki,"jelas AKP Wahidin.

Barang bukti diamankan dalam perkara tersebut berupa pakian yang digunakan tersangka dan korban, yang dikenakan pada saat kejadian.

Sementara ibu korban, NW (35) menuturkan pencabulan itu diketahui saat melihat anaknya berjalan agak sedikit berbeda seperti biasanya maka pada Minggu (11/3), memeriksakan anaknya ke dokter, lalu dokter menerangkan korban terinfeksi penyakit Herfes akibat dari hubungan intim.

NW yang sehari-hari bekerja memburuh pagi sampe sore dan sorenya berjualan di pasar Pringsewu, sangat merasa terpukul sekali setelah korban mengatakan bahwa ayah tirinya yang mencabulinya.

"Setelah dokter bilang gitu, serasa mau pingsan mas, apalagi setelah tau pelakunya bapak tirinya, saya terpukul sekali, serasa mau kiamat dunia ini, dia bisa segitu teganya menghancurkan masa depan anak saya,"ungkapnya geram di Polsek Sukoharjo.

Dia juga mengatakan, atas perbuatannya suami yang menikahinya 6 bulan lalu tersebut, berharap polisi menindaknya sesuai hukum yang berlaku dan demi pemulihan anak keduanya itu, akan bekerjasama dengan lembaga/forum pemerhati anak di Kabupaten Pringsewu.

"Saya minta dia dihukum setinggi-tingginya karena merusak masa depan anak saya, untuk pemulihan psikis anak saya kedepannya bersama P2TP2A dan LPA yang akan membantu, semoga anak saya segera normal,"tandas ibu 2 anak tersebut.

Menanggapi kecepatan penangkapan ayah tiri cabul tersebut, kepala Pekon korbanpun menyampaikan apresiasinya kepada Polsek Sukoharjo yang cepat menangani perkara tersebut. "Kami apresiasi Polsek Sukoharjo yang cepat menangani kasus pencabulan terhadap warga kami,"ungkapnya.

Baca Juga :
Kepergok Maling Motor di Iringmulyo Metro, Pria Ini Nyaris Tewas Dihajar Massa https://goo.gl/AwsNdY
Pohon Tumbang di Srengsem Panjang Bandar Lampung, Satu Orang Tewas https://goo.gl/LN8cPY
Terkait Dugaan Telur Palsu, Ini Penjelasan BPOM Bandar Lampung https://goo.gl/Ry8LBv

Kini akibat perbuatannya, ayah tiri cabul tersebut dijerat Pasal 81 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun. (Red/tm/mp)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...