Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Minggu, Maret 18

PBNU: Awal Rajab 1439 Jatuh pada Senin 19 Maret 2018

Foto Ist
PBNU: Awal Rajab 1439 Jatuh pada Senin 19 Maret 2018

Jakarta, Infokyai.com - Mendekati Bulan Rajab banyak masyarakat yang masih kebingungan tanggal berapa sebenarnya, apakah tanggal 18 Maret 2018 atau 2019 Maret 2019, namun dari hasil Rukyat di berbagai daerah yang dilaksanakan oleh beberapa masyarakat. Sabtu (17/3) petang yang tak berhasil melihat hilal

Baca Juga :
Bacaan Niat Puasa Sunnah Bulan Rajab Lengkap Dengan Keutamaannya https://goo.gl/hYykEx

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah mengumumkan bahwa tanggal 1 Rajab 1439 H jatuh pada Senin, 19 Maret 2018, persisnya sejak Ahad malam. 

Ikhbar ini diterbitkan berdasarkan pelaksanaan rukyat di berbagai daerah pada Sabtu (17/3) petang yang tak berhasil melihat hilal.

Menurut Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, karena tim rukyat tidak menyaksikan bulan sabit tanda awal bulan hijriah, jumlah bulan Jumadil Akhir disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal). 

Pengumuman ini sesuai dengan prediksi data hisab yang tertuang dalam almanak resmi Lembaga Falakiyah PBNU yang menyatakan, dari markaz Jakarta, konjungsi  (ijtima') berlangsung pada Sabtu (17/3) pukul 20:13:13 WIB. Tinggi hilal ada pada minus 0 derajat 21 menit 45 detik.
"Terima kasih atas isytirak (partisipasi) dan isham (kontribusi) Nahdliyyin (dalam pelaksanaan rukyat kali ini," ujarnya.

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (dimuliakan) yang disebutkan Al-Qur'an. Tiga bulan lainnya adalah Muharram, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah. Pada bulan-bulan ini umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah.

Atas dasar keputusan ini, kaum Muslimin sudah bisa memulai puasa Rajab sejak terbit fajar pada Senin pagi. 

Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi dalam Al-Adzkâr menjelaskan bahwa Rasulullah menyambut masuknya bulan Rajab dengan memohon keberkahan seiring dengan bakal datangnya bulan suci Ramadhan.

Bunyi doa Rasulullah tatkala memasuki bulan mulia ini adalah "Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ (Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan)." (nu.or.id)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...