Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Job Fair 13 - 14 Desember 2018 KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Selasa, Februari 13

Ketua KPU Lampura Berdalih Pihaknya Larang Wartawan Meliput


Ketua KPU Lampura Berdalih Pihaknya Larang Wartawan Meliput 


Lampung Utara – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) Marthon SE. berdalih bahwa pihaknya melarang  wartawan setempat meliput kegiatan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan wakil bupati kabupaten Lampura, yang berlangsung di GSG Islamic Center Kotabumi. Selasa(13/2/2018).


Baca Juga :
FLM Cium Aroma KKN Antar Pengusaha dan Penguasa di Lamteng https://goo.gl/8QGPYn
Terciduk CCTV Aksi Maling Motor di Jalan Pulau Damar Depan Butik Beauty Collection https://goo.gl/1nMjJx
Pjs. Gubernur Didik Suprayitno Embang 5 Tugas di Lampung https://goo.gl/5qJDf8
.
Menurut ketua KPU marthon, pihaknya tidak pernah melarang awak media meliput kegiatan tersebut, namun fakta dilapangan wartawan yang sudah ada didalam ruanganpun diusir disuruh keluar ruangan.
.
“Saya tidak pernah melarang  teman-teman wartawan meliput, tapi saya tidak tau kalau ada anak buah saya yang melarang itu, nanti akan saya selidiki siapa anak buah saya yang melarang itu. “ujarnya saat dikonfirmasi awak media sesuai pengundian nomor urut.
.
Faktanya dilapangan sangat berbeda, Avan Wartawan dari Media Warta9.com, Dan Feby Wartawan dari Media Teras Lampung.com, yang sudah ada didalam ruangan diusir dari gedung serba guna (GSG)  Islamic Center Kotabumi, Saat sedang meliput kegiatan Rapat Pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lampura 2018.
.
Saat itu beberapa wartawan berada di dalam ruangan,  lalu dihampiri pegawai kpu yang diketahui bernama meri,  mempersilahkan para awak media untuk keluar ruangan tanpa alasan yang jelas. Mendapat perlakuan itu, para awak media menjelaskan jika mereka masuk kedalam ruangan untuk melakukan peliputan, sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
.
“Saya sudah menjelaskan kalau kami meliput didalam sudah berkoordinasi dengan polisi,  tapi dia (meri) tetap ngotot nyuruh kami keluar ruangan,”kata avan Karena tak ingin suasana gaduh, wartawan pun terpaksa keluar ruangan.
.
Baca Juga :
Nasib Buruh PT NTF Seperti 'Diabaikan' Disnaker Lampung Timur https://goo.gl/zGaj8z
Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut Balonkada Lampura Tertutup Bagi Media https://goo.gl/Q6gR8L
Stunting Lamteng Tinggi, Pertanda Posyandu Tidak Berjalan Baik https://goo.gl/pvE3Pq

“Sudah jelas kalau kegiatan itu rapat pleno terbuka,  kenapa kami wartawan diusir dan nggak boleh masuk.  Ada apa??, “ujarnya Pada kesempatan yang sama diluar gedung puluhan Wartawan dilarang masuk untuk meliput kegiatan Rapat Pleno Terbuka tersebut. (Der) 

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...