Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Job Fair 13 - 14 Desember 2018 KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Senin, Februari 12

Selain Bandar Lampung, Lamteng, Lamtim dan Lamsel Juga Mengalami Inflasi

Ilustrasi | Foto Anggita Muslimah Kompas.com
Selain Bandar Lampung, Lamteng, Lamtim dan Lamsel Juga Mengalami Inflasi

Bandar Lampung, Infokyai.com - Selain Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, yang membuat warganya kurang bahagia akibat harga kebutuhan naik (inflasi) yakni terdapat beberapa Kabupaten di Provinsi Lampung seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan diduga bakal semakin menciptakan masyarakat kurang bahagia. 

Baca Juga :
Pengamat Ekonomi: Inflasi Bandar Lampung Perlu Digarisbawahi https://goo.gl/N4xA9a
Hartono Menderita Sakit Tumor Otak, Kondisi Beliau Sudah Lupa Ingatan, Butuh Bantuan Para Dermawan https://goo.gl/Prskdu
Selamat! Wagub Dapat Penghargaan Tertinggi dari Suku Batak https://goo.gl/wCn8Pz

Hal tersebut terjadi lantaran berdasarkan data Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), warga di tiga kabupaten tersebut masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan, juga terkait banyaknya balita penderita stunting. 

Tingginya jumlah penduduk miskin dan banyaknya balita penderita stunting, merupakan salah satu indikator penyebab menurunnya indeks kebahagiaan di Provinsi Lampung, yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), beberapa waktu lalu.

Data Kemenko PMK RI Tahun 2016 yang dirilis pada 2017, jumlah penderita stunting di Kabupaten Lamteng mencapai 59.838 jiwa. Dengan jumlah penduduk miskin mencapai 165.670 jiwa.

Sementara Kabupaten Lampung Timur, dengan jumlah warga miskin sebanyak 172.610 jiwa, jumlah balita penderita stunting 40.790 jiwa, dan Kabupaten Lampung Selatan warga miskin mencapai 158.380 jiwa, penderita stunting 42.971 jiwa.

Baca Juga :
Waduh, Oknum Ketua RT Terlibat Perselingkuhan, Kok Bisa ? https://goo.gl/gvNhRH
Gubernur Ridho: Walau Langit Runtuh Dana Sertifikasi Guru Tidak Boleh Menyimpang https://goo.gl/797tsq
Kasihan, Wanita Ini Menjadi Korban Jambret di Tulang Bawang Tengah https://goo.gl/XDYwnT

“Stunting akan memperlambat berat dan pertumbuhan tinggi badan serta menurunkan daya pikir anak. Jika ini berkelanjutan, maka akan berdampak pada peningkatan pengangguran  dan kemiskinan,” kata Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Provinsi Lampung, Asih, Minggu (11/2/2018).

Asih menambahkan, stunting merupakan gambaran gangguan gizi kronis yang banyak menimbulkan masalah kesehatan di masa yang akan datang.

Seperti rendahnya kecerdasan, resiko menderita penyakit tidak menular (diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung dan stroke). Jika warga banyak yang mengalami stunting, maka akan menambah beban ekonomi.

Adapun faktor yang menyebabkan stunting yaitu, faktor lingkungan, mutu pelayanan kesehatan, prilaku hidup sehat, kesehatan reproduksi, Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), status ekonomi, dan status pendidikan. (Red/tm/mp)

Baca Juga :
Kecelakaan Tunggal di Banyumanik Semarang, Satu Orang Tewas https://goo.gl/ybZfye
Lampung Elephant Park Tempat Nongkrong Kekinian di Lampung https://goo.gl/zThhvQ
Viral di Medsos, Tabrakan Mobil Box Dengan Pengendara Motor https://goo.gl/T8mQbU

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...