Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Job Fair 13 - 14 Desember 2018 KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Senin, Mei 22

Aktivis LGBT Kecam Penggerebekan Pesta Gay di Atlantis Gym and Sauna

Foto Ist for Jawapos.com
Aktivis LGBT Kecam Penggerebekan Pesta Gay di Atlantis Gym and Sauna

Jakarta, infokyai.com - Penggerebekan yang terjadi di Altantys Gym and Sauna Jakarta menjaring sejumlah kelompok gay atau pria menyukai pria, dengan mengundang reaksi dari beberapa kelompok Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT)

Aktivis LGBT menyesalkan atas adanya penggerebakan ini yang telah dilakukan oleh Kepolisian setempat, mereka menilai pengerebekan ini tidak dengan cara yang manusiawi, karena penangkapan ini atas dasar dugaan prostitusi gay, padahal tidak ada kebijakan yang mengatur dan melarang tentang prostitusi gay.   

Korban diamankan dengan menyita seluruh barang milik korban untuk dijadikan alat bukti. Korban dijerat dengan melanggar Pasal 36 Jo Pasal 10 UU Nomor 4/2008 tentang Pornografi dan Pasal 30 Jo Pasal 4 Ayat 2 tentang penyedia usaha pornografi. 

Mengutip dari jawapos.com, Dede Oetomo selaku Aktivisi Pendiri Gaya Nusantara mengatakan, korban digerebek, lalu ditangkap dan setelah itu para korban digiring menuju ke Kantor Polres Jakarta Utara, dengan ditelanjangi, dan yang lebih tidak manusiawinya, para korban dalam kondisi tidak berbusana di potret dan akhirnya foto tersebut menjadi viral di dunia maya. Senin (22/5/2017)

Dede menilai, cara-cara penangkapan seperti itu menjadi catatan buruk bagi kelompok minoritas gender seksual lainnya. Dede mengecam tindakan polisi dengan cara-cara kekerasan. Semestinya, kata dia, berbagai foto-foto dan data di lokasi itu tidak disebarkan hingga mejadi viral. Sebab menurutnya, ada satu hak yang diusung dan dilupakan yaitu hak memeroleh kenikmatan. 

"Ini satu hak yang terlupakan yakni hak atas kenikmatan. Dalam perbuatan seks, prinsipnya adalah saling kesepakatan. Dalam hal ini Indonesia sedang tergelincir makin dalam ke dalam pandangan sexfobik, yang sebelumnya biasa-biasa saja," tukasnya. 

Dede juga menyesalkan terjadinya aktivitas penggerebekan oleh polisi. Kecuali jika ada pemaksaan dalam pesta tersebut, atau pemerasan dalam transaksi. Dede justru menilai polisi kurang antusias dalam mengusut perkara pencabulan.

"Harusnya tidak usah juga, tidak usah digerebek. Kecuali ada pemaksaan. Polisi cenderung kurang antusias mengusut perkara perkosaan," tegasnya. (cr1/JPG/jawapos/MP)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...