Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Selasa, Juli 31

Pendapatan Keluarga Miskin RI Berkurang 10% Gara-gara Rokok

Foto: Rachman Haryanto | Detik.com
Pendapatan Keluarga Miskin RI Berkurang 10% Gara-gara Rokok

Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan rokok menjadi salah satu penyebab kemiskinan penduduk di Indonesia. Rokok memiliki porsi yang cukup besar terhadap pengeluaran rumah tangga.

Hal itu dia disampaikan dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Kantor Kemenkominfo, Jakarta. Diskusi secara khusus membahas fakta penurunan angka kemiskinan.

Dia menyebut peranan rokok dalam menggerus pendapatan masyarakat mencapai 10-11%. Jelas, angka tersebut punya porsi yang terbilang besar.

"Peranannya itu di pedesaan sampai 10%, di perkotaan 11%," katanya, Senin (30/7/2018).

Lanjut dia, maka jika dalam satu rumah tangga ada yang perokok, artinya pendapatan mereka berkurang 10% hingga 11%. Itu karena porsi tersebut digelontorkan untuk membeli rokok.

"Jadi siapapun di keluarga itu merokok, maka otomatis upah riil keluarga itu 10-11% berkurang. Lebih baik untuk beli sesuatu yang menunjang," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan rokok menjadi salah satu penyumbang terbesar angka kemiskinan setelah beras.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, sumbangan beras terhadap garis kemiskinan di perkotaan sebesar 20,95% sedangkan di perdesaan sebesar 26,79%. Di posisi kedua, adalah rokok kretek filter dengan sumbangan di perkotaan sebesar 11,07% di perdesaan 10,21%.

Selanjutnya ada telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, gula pasir, kopi bubuk dan kopi instan (sachet), kue basah, tempe, dan tahu. (detik)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...