Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Loker Gink Technolgy Batas 26 April 2018 KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Tuesday, April 17

Ternyata Pemerkosa di Kos Kebun Jeruk Masih Saudara Korban

Ilustrasi | Foto Ist
Ternyata Pemerkosa di Kos Kebun Jeruk Masih Saudara Korban

Infokyai.com - Terungkap kasus pemerkosaan di kamar kos di daerah Kebon Jeruk Jakarta Barat, berawal dari korban meminta tolong kepada pria yang berinisial DM (23) untuk mengangkat sebuah galon air minum, namun saja bukannya ditolong wanita ini malah diperkosa. 
Baca Juga : Peduli Bapak Irfani Driver Ojol yang Kakinya di Amputasi https://goo.gl/2MDTKP
Dari informasi yang infokyai.com himpun, Selasa (16/4) dilansir dari detik.com berdasarkan dari informasi kasus pemerkosaan di kamar kos di kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat, yakni sebagai berikut : 

1.Meminta Tolong Angkat Galon
Awalnya wanita ini meminta DM untuk membantunya mengangkat galon air minum. Jum'at (13/4) namun saja permintaan tolong wanita itu, tak digubris oleh DM. akhirnya karena DM tak kunjung datang ke kamarnya, akhirnya ia mendatangi kamar DM

"Didapati pelaku baru selesai mandi. Tanpa curiga korban masuk ke kamar pelaku untuk kembali mengingatkan,"Kata Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Martson Marbun, dalam keterangannya, Minggu (15/4).

2. Diancam Dibunuh
Kemudian tiba tiba DM mengunci kamarnya, dan si wanita itu pun ditarik oleh DM, dan langsung didorong ke tempat tidur, dan kejadian pemerkosaan pun terjadi, sempat korban melawan, namun saja korban malah diancam oleh DM akan dibunuh, sehingga dari ancaman tersebut membuat korban merasa ketakutan. 

"Korban diperkosa dan diancam akan dibunuh jika memberitahukan kejadian itu," kata Kompol Marbun.

Meski begitu, akhirnya pihak korban memberanikan diri untuk saling berkomunikasi. Pihak korban melaporkan aksi bejat DM ke polisi.
Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Dengan Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) https://goo.gl/WQFQ4D
3. Korban sudah ditalak suaminya, anaknya tiga.
Korban pemerkosaan ini ternyata sudah ditalak oleh suaminya. Pemilik indekos bahkan menyatakan korban pertama kali datang mengaku berstatus janda.

Namun suami korban tak terima bila istrinya dikatakan sebagai janda. Soalnya sang suami baru melakukan talak.

"Ibu (pemilik indekos) jangan bilang janda. Karena saya baru bilang menceraikan belum ke kantor urusan agama. Jangan ngomong gitu. Anak saya tiga. KTP masih status kawin," kata suami korban kepada pemilik indekos, di indekos kawasan Kebon Jeruk itu, Minggu (15/4) kemarin.

Saat peristiwa pemerkosaan berlangsung, suami sedang tak ada di sisi korban sehingga korban meminta bantuan orang lain untuk mengangkatkan galon.

4. Pemerkosa Masih Saudara Korban
Usut punya usut, pelaku pemerkosaan adalah saudara korban, meskipun bukan saudara kandung. Hal ini dituturkan suami korban.

"Dia (DM/pelaku) penghuni kosan juga. Masih saudara dari ibu mertua istri saya," kata suami korban.

Usai diperkosa, korban mengaku kepada suaminya. Namun korban juga mendapatkan ancaman bunuh dari DM bila mengadu. Namun akhirnya pada Sabtu (14/4), mereka melapor ke Markas Polsek Kebon Jeruk.

5. Pemilik Kos dan Ketua RT Marah ke pihak korban
Pemilik indekos marah saat pihak korban tak melaporkan pemerkosaan itu kepada dirinya. Dia kecewa karena pihak korban memilih langsung lapor polisi.

"Kalau ada apa-apa setidaknya saya dulu dong yang tahu. Bukan dari orang lain (yang beritahu)," kata pemilik indekos.

Ada pula Ketua RT setempat yang ikut menyalahkan sang korban karena tak lebih dulu membuat laporan kepadanya terkait peristiwa itu. Dia berpesan kepada korban dan keluarganya agar hidup tenang dan tak mengganggu warga lainnya.
Baca Juga: Warga Bandarlampung Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tokonya, Diduga Persoalan Ekonomi https://goo.gl/feC75w
"Ya makanya kalau mau (tinggal) di sini jangan bikin-bikin onar, kan bikin orang pusing. Jangan tinggal di sini 'semau gue'. Ini, di sini bukan tempat pelacuran kalau mau di sini," kata Ketua RT penuh emosi. (Red)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...