Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Selasa, April 24

Anang : Apa Kekurangan Dosen, Hingga Harus Impor Dosen Asing?


Anang : Apa Kekurangan Dosen, Hingga Harus Impor Dosen Asing?

Infokyai.com - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anang Hermansyah menyebut rencana pemerintah menghadirkan tenaga pendidik asing memiliki alasan yang masuk akal. Apalagi komposisi antara dosen dan mahasiswa di Indonesia terlalu timpang. Ia menyebutkan data tahun 2014/2015 jumlah mahasiswa di PTN 1,9 juta, PTS 3,9 ribu. 
Baca Juga :  Mau Beli Gadget Harga Murah ? Yuk Buruan ke Bazaar Gadget https://goo.gl/pvnhZy
"Adapun jumlah dosen PTN sebanyak 63.704 dan di PTS 108.067 dosen. Komposisi mahasiswa dan dosen dari data tersebut memang tampak timpang," ujar Anang di Jakarta, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (15/4). Kendati demikian, kata dia, data tersebut tentu mengalami perubahan seiring kebijakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang cukup ketat menekankan kepada perguruan tinggi untuk merekrut dosen profesional dengan mendorong Nomer Induk Dosen Nasional (NIDN). "Masalahnya, andai saja memang kekurangan dosen untuk bidang tertentu apa harus dengan mengimpor dosen asing?" gugat Anang.

Lebih lanjut Anang menyebutkan bagaimana dengan persyaratan dosen asing agar dapat masuk ke Indoensia khususnya soal wawasan kebangsaan seperti empat pilar. Menurutnya, tenaga pengajar menjadi profesi strategis untuk menyiapkan generasi mendatang. "Pertanyaannya, apakah dosen asing itu juga harus mengerti soal wawasan kebangsaan kita?" ujarnya.

Menurut dia, dampak impor dosen tidak sekadar urusan kurangnya tenaga pengajar untuk bidang tertentu saja. Pria yang juga musisi ini menyebutkan ada aspek lainnya yang juga harus dipertimbangkan yakni soal ketahanan nasional dan ketahanan budaya. "Bagaimana dengan dosen asing untuk aspek tersebut," ujarnya.
Baca JUga : Gojek dan Grab BE Lampung 1St Anniversary https://goo.gl/CXYGvg
Anang mengatakan baiknya pemerintah perlu mengkaji dampak atas dibukanya kran dosen asing masuk ke tanah air. Ia tidak menampik, masuknya dosen asing akan terjadi alih pengetahuan dengan baik. Hanya saja, kata dia, dampak turunannya juga harus dipikirkan. "Saya kira dampak turunannya juga harus kita pikirkan," katanya. (Republika.co.id)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...