Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Jumat, Maret 23

Kesbangpol Gelar Dialog Antar Umat Beragama


Kesbangpol Gelar Dialog Antar Umat Beragama
Pesawaran - Badan kesatuan bangsa dan politik atau Kesbangpol melakukan kegiatan sosialisasi menjaga kerukunan umat beragama dan saling menghormati tanpa memandang suku, agama, adat,  budaya dan ras di kabupaten pesawaran di Aula Enam Saudara. (22/03/2018).

Baca Juga :
Kronologi Kecelekaan Tanjakan Tarahan, Berikut Korban Meninggal https://goo.gl/mg6sWY
Jokowi: Kritik Itu Beda Dengan Nyinyir, Apalagi Yang Asal Bunyi https://goo.gl/NEzfDz
Wow! Cina Perluas Kewenangan Partai Komunis Untuk Kontrol Media https://goo.gl/HpCbZ3

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber dari Polres Pesawaran, Kapolres Pesawaran yang diwakili oleh Kasad Binmas Ipda M. TONI Serta dari Kementrian Agama.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pesawaran, Drs. Faturrozi menyampaikan melalui kegiatan ini semoga Masyarakat Pesawaran dapat menjaga kerukunan umat beragama, serta dapat mensukseskan pemilu dan dapat menghindari Narkoba.

"Melalui kegiatan ini semoga kita sebagai masyarakat dapat menjaga kerukunan umat beragama, serta dapat mensukseskan Pemilu, dan menjauhi Narkoba, Narkoba bukan hanya tanggung jawab polri akan tetapi tanggung jawab kita bersama.

Narasumber dari Kementrian agama mengatakan bahwa dalam pilkada ini jangan sampai memaksakan kehendak, sehingga dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan sukses.

"Dalam pilkada jangan memaksakan kehendak, berikan kebebasan sesuai dengan keinginannya, jangan sampai ada unsur paksaan, sehingga dalam pelaksanannya bisa berjalan dengan sukses dan Saling menghormati perbedaan.

Di tempat yang sama, Ipda M. TONI kasad Binmas yang mewakili Kapolres Kabupaten Pesawaran menyampaikan, Hindari melakukan ujaran kebencian dan Hoax, apalagi dalam kegiatan kampanye karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan.

"Ujaran kebencian dapat dilakukan dalam kegiatan kampanye, spanduk atau banner, media sosial, demontrasi, ceramah keagamaan, media masa, Hal tersebut adalah alat bagi penganut  ujaran kebencian, Polri akan melakukan tindakan untuk menghindari konflik. Masalah keamanan, polri tidak akan menyatakan tmpt kami aman, karena kalo sudah aman maka kami tidak akan giat menjaga keamanan. Polri tidak akan memberikan kesempatan untuk melakukan kejahatan". Ungkap Toni.

Baca Juga :
Buset! Tantang TNI Perang, Ternyata Ini Kekuatan Tempur Organisasi Papua Merdeka https://goo.gl/SnWa96
HUT Ke-44, PPNI Komisariat RSUDAM Tingkatkan Kemandirian Perawat https://goo.gl/fjREjo


Beliau juga menambahkan tentang bahaya narkoba. "Narkoba adalah kejahatan luar biasa yang bisa terjadi dimana pun, narkoba tidak mengenal usia, tidak mengenal jenis kelamin, tidak mengenal jabatan atau pekerjaan, contohnya di polri pun banyak yang kena kasus narkoba, jadi narkoba tidak mengenal propesi, jadi tugas kita bersama untuk saling  menginagtkan, mari kita nyatakan perang dengan narkoba". Tambah Ipda Toni. (Suprihadi)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...