Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Selasa, Maret 27

Harga Pertalite Naik, Apakah Konsumen Balik ke Premium ?


Harga Pertalite Naik, Apakah Konsumen Balik ke Premium 

Infokyai.com – Pertamina kembali menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu (24/3/2018). Pantauan infokyai.com sebelumnya adanya kenaikkan harga BBM Umum Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Namun saat ini giliran BBM Pertalite yang mengalami kenaikan sebesar Rp 200 per liternya.

Baca Juga :
Pemerintah Hong Kong Bagi-Bagi Uang Rp 7 Juta Buat Warga Karena Kelebihan Anggaran https://goo.gl/MZ1TKj
Alat Isi Bensin SPBU di Condet Yang Viral Dinyatakan Tak Bermasalah, Ini Penjelasannya! https://goo.gl/gFdb7V
Heboh! Ditengah Perjalanan ke Bandung, Ibu Ini Merasa Kontraksi Mau Melahirkan di Pelabuhan Bakauheni https://goo.gl/K4wzuY

Menurut Vice Presiden Corporate communication Pertamina, Adiatma Sardjito, kenaikan ini dipicu akibat adanya lonjakan harga minyak dunia.

Sementara itu dikutip dari detikFinance, Menurut VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, perusahaan tak khawatir beralih ke Premium. "Nggak lah (konsumen tidak akan kembali gunakan Premium). Teman-teman pengguna (Pertalite) juga sudah paham dengan spesifikasi mesin kan," katanya ketika ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta Pusat, Senin (26/3/2018). Kenaikan ini pun mengikuti perkembangan harga pasar, dan menyebabkan gap atau selisih harga Pertalite dan Premium makin tinggi. Di Jakarta saat ini Pertalite dijual Rp 7.800 per liter. Sementara itu Premium Rp 6.550 per liter.

Tapi kata dia, di SPBU selain Pertamina juga harganya sudah tinggi untuk jenis yang sama. Bahkan dia menilai harga di SPBU merek lain harganya cenderung lebih mahal. "Kan tetangga-tetangga sebelah juga jual, lebih mahal lagi," lanjutnya.

Di sejumlah SPBU milik Pertamina pun fasilitas pengisian BBM (nozzle) jenis Premium pun sudah mulai dikurangi. Menurut dia hal itu sudah menjadi kewenangan Pertamina. "Kalau di Jakarta, di Jawa itu lihat Perpres, Jamali (Jawa, Madura, Bali) tidak ada keharusan Pertamina jualan Premium, artinya dimasukan jenis bahan bakar umum. Kita nggak jual juga boleh," ujarnya.

Namun, di luar Jamali, Pertamina tetap berupaya memastikan ketersediaan Premium atau jenis BBM khusus penugasan (JBKP) terpenuhi. "Itu JBKP itu masih dijamin, masih di jual (di luar Jamali)," tambahnya.

Baca Juga : 
Dikukuhkan, CO KKBM Lampung siap laksanakan edukasi P2PMI https://goo.gl/R83UZd
Potret Kegiatan Polisi Sahabat Anak https://goo.gl/v94nYH
Awalnya Dua Pria Ini Malu - Malu, Eh Sekarang Malah Ketagihan Asah Akting di CamPro_Lampung https://goo.gl/q7QNN3

Sebagaimana diketahui, Pertamina menaikkan harga Pertalite Rp 200/liter sejak Sabtu (24/3/2018). Adiatma menjelaskan Pertamina menaikkan harga pertalite lantaran harga minyak dunia sudah tinggi. Adiatma mencontohkan minyak mentah jenis brent sudah US$ 65/barel. Kenaikan ini langsung terasa dampaknya ke harga BBM. "Itu, harga minyak dunia adalah komponen yang tidak bisa kita kendalikan. Dampaknya ke BBM itu langsung terasa," terangnya. (Dna/tm/mp)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...