Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Selasa, Januari 16

Nenek Ini, Diperkirakan Usianya 170 Tahun, Kondisinya Sungguh Memprihatinkan

Foto Ist
Nenek Ini, Diperkirakan Usianya 170 Tahun, Kondisinya Sungguh Memprihatinkan

Lampung Utara, Infokyai.com - Dalam keadaan yang lemah, tubuh yang sudah tua renta, nenek ini diperkirakan umurnya sudah berusia 170 tahun, saat ini beliau hanya bisa terbaring dalam kesehariannya, dikarenakan beliau mengalami kelumpuhan total.



Baca Juga :
Aku Ingin Belajar Arti Ikhlas https://goo.gl/sD2EUp
Tercyduk CCTV Aksi Dua Pria Menjarah Barang di Mobil Box https://goo.gl/aFwZJw
Diduga Dicabuli Pengasuh Salah Satu Pondok Pesantren, 4 ABG Ini Melaporkan Kejadiannya ke Polres Tanggamus https://goo.gl/riKPtC
Diduga Kena Gendam Tiga Kali Siswi SMP Disetubuhi Pemilik Toko https://goo.gl/r6r6zQ

Dengan kehidupan yang sederhana, beliau hanya berbaring dengan beralaskan sprei kusam, dengan ukuran kamar sebesar 2x2 meter, Mbah Saminah kesehariannya hanya bisa mampu menggerakan kelopak matanya. Hanya sesekali lengan yang terjuntai lemah dapat digerakan.

Sementara bagian kaki, sudah tidak lagi dapat digerakan lantaran mengalami kelumpuhan total. Kondisi memprihatinkan ini sudah terjadi sejak 5 tahun terakhir, bukan hanya lantaran usia yang menggerogoti, tetapi penyakit yang dideritanya yang tak kunjung sembuh, membuat tubuh yang telah melahirkan 5 generasi itu. Sebab mbah saminah sepanjang usianya itu telah memiliki anak, cucu, cicit, canggah dan wareng, Sebuah usia panjang yang langka dizaman milinium ini.

Sayangnya, keberadaan mbah Saminah itu luput dari perhatian, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Mbah Saminah yang tergolek lemah hanya sesekali dijenguk oleh keluarganya. Sementara hari-hari, lebih banyak mbah Saminah sendiri meratapi kehidupannya. Ia hanya dapat berharap ada keluarga dan tetangga yang datang menjenguk. Sementara untuk kesembuhan, mbah Saminah tidak lagi berharap banyak.

Perekonimian yang sulit, membuat dirinya hanya pasrah. Jangankan untuk berobat, untuk dapat bertahan hidup saja ia bergantung dari bantuan tetangga. Sebab meski merupakan keluarga besar, namun anak,cucu, cicit, canggah dan warengnya sudah pisah rumah. Mereka hanya sesekali mengunjungi perempuan renta itu.

Ratih yang merupakan salah seorang cicit mbah Saminah menuturkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti berapa umur mbah Saminah. Namun mbah saminah telah memiliki wareng atau telah menghasilkan 5 generasi. Itulah sebabnya keluarga menyakini jika mbah Saminah berusia 170 tahun. “mbah sudah punya wareng, jika dihitung-hitung ya usianya sekitar 170 tahun,” ujar Ratih saat ditemui awak media belum lama ini 

Dijeaskan Ratih, pihak keluarga sangat prihatin dengan kondisi mbah Saminah utamanya setelah menderita lumpuh total. Namun kondisi ekonomi yang sulit membuat keluarga hanya dapat pasrah. Setiap hari mereka datang membawa makanan dan minuman untuk mbah Saminah, secara bergiliran. Itulah yang mampu mereka lakukan, sebab meskipun keluarga besar, namun rata-rata mereka hidup dibawah garis kemiskinan.

Ungkapan Ratih dibenarkan oleh Sarwoko alias koko yang bertetangga dengan mbah Saminah. Disebutkan jika para tetangga kerap membantu mbah saminah. Tidak hanya soal makan dan minumnya saja, tetapi juga kebutuhan lain seperti membersihkan tempat tidur dan menunggui mbah saat kondisinya melemah. “kita tetangga sering kali membantu keperluan mbah saminah, terutama jika keluarganya belum datang. Maklum mbah saminah hanya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :
Apa Arti Mager https://goo.gl/vMqwvL
Pakaian Interview Hitam Putih, Wajib Kah ? https://goo.gl/EiFRt6
Cara Membuat Kartu Kuning Dengan Mudah https://goo.gl/PCf5CE

Apa yang disampaikan Sarwoko dipertegas oleh Ika Pratiwi istrinya. Disebutkan para tetangga secara intens memperhatikan kondisi mbah Saminah disamping pihak keluarga. Dalam kondisi yang sulit, kehadiran pemerintah tentu sangat diharapkan. Apalagi mbah Saminah jika melihat dari usianya, merupakan sesautu yang langka terjadi. Namun sejauh ini tidak ada perhatian yang ditunjukan pemerintah terhadap mbah Saminah. Baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten Lampura. “Kita berharap ada perhatian khusus yang diberikan kepada mbah Saminah,” harap Ika (Der/mp)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...