Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

Add PIN BBM Infokyai KLIK DISINI

Add BBM Channel Infokyai KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram KLIK DISINI

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Loker PT Zona Plastik KLIK DISINI

Loker Gink Technology KLIK DISINI

Wednesday, September 20

Mengapa Malam Satu Suro Terkesan Angker ?

Foto Ist
Mengapa Malam Satu Suro Terkesan Angker ?

Informasi, Infokyai.com - Malam Satu Suro yang bertepatan dengan Malam Satu Muharram atau Tahun Baru Islam Pada Kalender Islam, dan Suro berdasarkan pada Kalender Jawa, namun hingga saat ini banyak yang mengkaitkan bahwa malam satu suro terkesan angker atau keramat.



Baca Juga : 
Khasiat Memandikan Barang Pusaka Pada Malam 1 Suro https://goo.gl/X4gRQv

Dari data yang infokyai.com dari segala sumber, bahwa, memang pada malam satu suro atau sura terkenal dengan namanya malam keramat, malam angker, malam sakral, atau lebih familiar dan mudah kita pahami adalah malam yang penuh dengan aura mistis. 

Bagi sebagian orang, malam satu suro adalah malam yang paling ditunggu - tunggu, hmm mengapa yai ? ada apakah di malam satu suro yai ? penasaran ? simak penjelasannya dibawah ini. 

Konon memang telah beredar cerita mitos tentang malam satu suro, terdengar di telinga kita pasti malam satu suro terkesan berbau - bau mistis, dan pada malam itu juga, bersamaan dengan malam pergantian tahun baru Islam Yai, yaitu malam 1 Muharram.

Berikut infokyai.com sajikan, mitos - mitos yang beredar dikalangan masyarakat, mengapa malam satu suro terkesan sakral, yaitu : 
Pertama Malam Satu Suro dikaitkan dengan Arwah Leluhur. 
Konon ceritanya, pada malam satu suro, dari beberapa kalangan masyarakat tengah beredar bahwa pada malam satu suro arwah leluhur kembali kerumah, dan sebagian masyarakat Jawa pada masa lalu lebih sakral dalam menanggapi malam satu suro

Banyak yang meyakini bahwa pada malam satu suro, arwah leluhur yang telah meninggal dunia akan kembali dan mendatangi keluarganya di rumah.

Dan mitos yang paling seramnya lagi, katanya pada malam satu suro arwah dari orang - orang yang telah menjadi tumbah pesugihan akan dilepaskan dan diberi kebebasan pada malam satu suro dan hal tersebut merupakan sebagai hadiah pengabdiannya selama setahun penuh.



Baca Juga : 
Sejarah Tradisi Malam 1 Suro https://goo.gl/5CA9xn

Demikian mitos tentang malam satu suro keramat yang dapat infokyai.com sajikan, semoga bermanfaat ya, namun jika mengkaitkan dengan ajaran Umat Islam, dengan memegang teguh Ajaran Rasulullah SAW hendaknya kita tidak boleh langung menelaah mentah mentah saja, namun kita harus mengkaitkan dengan ajaran - ajaran Islam yang telah Rasulullah SAW ajarkan yai. 

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu." (QS. At Taubah: 36)

Berdasarkan QS. At Taubah: 36 bahwa Bulan Muharram termasuk salah satu diantara empat bulan yang dinamakan Bulan Haram (Suci)

Apa saja empat bulan Haram (suci) tersebut yai ? 
Dari (HR. Bukhari), Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban." 

Taukah anda mengapa bulan - bulan tersebut disebut dengan bulan haram ? 
Empat bulan tersebut disebut haram dikarenakan terdapat berbagai tragedi seperti pembunuhan, dan ditekankan dengan Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, "Dinamakan bulan haram karena dua makna. Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan." (Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy, tafsir surat At Taubah ayat 36, 3/173, Mawqi’ At Tafasir)

Sekian informasi yang dapat infokyai.com sajikan dengan mengutip dari berbagai sumber, smeoga dapat bermanfaat (red/mp/tm)


Add Friend

Artikel Terkait

Comments
0 Comments