Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

Add PIN BBM Infokyai KLIK DISINI

Add BBM Channel Infokyai KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram KLIK DISINI

Sunday, July 16

Nenek 80 Tahun Diduga Paksa Pelajar SMP Berhubungan Badan

Foto Ilustrasi
Nenek 80 Tahun Diduga Paksa Pelajar SMP Berhubungan Badan

Palembang, Infokyai.com - Seorang nenek berinisial JW yang telah berusia 80 tahun diduga melakukan tindakan pemaksaan kepada AS (13) siswa sekolah menengan pertama (SMP) untuk melakukan hubungan badan. 

Pada Hari Jum'at Tanggal 15 Juli 2017, Ibu korban (RN) yang tidak terima atas perlakuan tidak senonoh tersebut yang telah dilakukan terhadap anaknya, dan akhirnya ibu korban membuat pengaduan ke Mapolresta Palembang, Jum’at (15/7) sekitar pukul 20.00.

Baca Juga Ibu Guru dan Pengawas Sekolah Kepergok Mesum Di Hotel : KLIK DISINI

AS mengaku bahwa ia telah sering melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut bersama JW. ia mengakui bahwa selalu dipaksa untuk melakukan hal tersebut. "Ujar RN dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang.

Menurut keterangan warga sekitar, aksi cabul nenek JW terbongkar, setelah AS pulang ke rumah dengan kondisi ketakutan karena diancam akan dibunuh oleh terlapor.

“Anak saya pulang ke rumah ketakutan, jadi saya bertanya dengan dia. Awalnya sih tidak mau cerita, tapi setelah didesak, dia mengatakan kalau dipaksa oleh terlapor dan akan dibunuh karena tidak mau,” ujarnya.

Ditambahkan AS, terlapor setidaknya sudah sepuluh kali mengajaknya melakukan hubungan suami istri dan setiap kali usai melakukannya, ia selalu diberi uang oleh JW sebesar Rp15 ribu.

“Dia memang sering mengajak saya bermain kerumahnya dan mengasih uang kalau sudah begituan. Malam itu saya tidak mau, tapi tetap saja dipaksanya dan diancam akan dibunuh,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera dilakukan penyelidikan.

“Korban sudah membuat laporan dengan kita dan akan diproses, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang mengetahui kejadian tersebut,” tutupnya. (korankito.com/depe/tm/mp)
Add Friend

Artikel Terkait

Comments
0 Comments