Mempunyai Info Lowongan Kerja ? Event ? Bisnis dan UKM ? Berita di Sekitar Anda ? Kirimkan ke KAWANNONGKRONG@GMAIL.COM

Mau Pasang Iklan Premium ? KLIK DISINI

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

PIN BBM Terbaru infokyai D99E6B3E

Pesan Tiket Kapal Laut Via Online KLIK DISINI

Jadwal Sim Keliling Terbaru KLIK DISINI

Puisi : Wanita yang lelah

Foto Ist
Puisi : Wanita yang lelah
Puisi, infokyai.com - Iko Parantapa, adalah Penyair pemula, memang menyukai syair namun tidak untuk publikasi. Beriring mendapat support dari teman sesama penyuka syair di Pasar Seni, Enggal (Bandar Lampung). IKO memberanikan diri merampungkan satu buku perdana berjudul “SAJAK SETAPAK” Risalah perjalanan Putra Bumi.

Turrut meminta doa kepada pembanja dan sahabat Infokyai.com untuk Iko Parantap segera menyelesaikankaryanya. Oleh karenanya Sajak diatas diperuntukannya bagi adik tingkat di Kampus tempat dia berkuliah. Semoga apa yang menjadi destinasi perjalanan terbukanya pintu dan dada yang dilapangkan serta hati yang dihidupkan.



(Mencariku) sajak ke-4 Bulan Ramadhan

Sempat hilang di 3 Ramadhan terakhir
Ia kembali
Wanita itu, dulu pemilik senyum ceria
Meski jalannya kita tau itu dosa

Kemarin,
Sajak ku mengalun hilang padanya
Namun bilik terlupa datang ia
Mencariku
Bukan jantanku namun nasehatku

Ia katakan.. dewasaku ingin tenangkannya
Bingungku dosaku lebih padanya
Ku coba meresap sejenak
Memasuki sorot layu matanya

“Masih belia kurang dari 20 tahun
Melewati keputusan hidup terambil sembilu
Ia pengisi dosa sepanjang pelabuhan itu
Dia korban dari kejenakaan pemuda
Dan pada akhirnya gadaikan hidup demi mengisi perut lapar
Atau kesombongan masa muda tak bertuan”

Namun hati yang belia, waktu mengantarkan ia pada kebenaran
Di Ramadhan ke 4 dia tak habiskan di jalan itu 
Ia kembali, Namun merekat lelahnya tak tertahan
Dia butuhkan pundak keewasaan. "Namun rapuhnya itu rentan

Aku alunkan sajak dengan malu
Keputusannya lebih berani daripadaku
Tinggal satu langkah dia akan dapat
Dia butuh penentu yang tepat

Kenapa harus aku, dan lidahku serta padaku
Aku malu padanya, sontak!
Rupaku tak sebaik apa yang kubicarakan
Bagaimana bisa kusadarkan, aku sendiri tiada sadar

Namun raungnya meminta
Bagaimana cara memerdekakan ia
Aku hanya diam. Ucapkan !
"Kembalilah pada kebaikan Tuhanmu
Aku masih hamba, tak sanggup mengantarmu

Bukan lantas kau lihat pakaian ini
Karena isi dada yang ku pegang ini
Tidak lebih baik dari keberanian keputusanmu
“Kembalilah, hanya engkau sendiri yang mampu merubahmu”
Bersyukurlah, ada rasa takut menghantuimu
Semangatlah, jika keputusanmu akan berat terlewati
Dan yakinlah, kan kau tuju kebenaran kepada waktu tak kan berhenti
Serta mintalah Hakmu, saat kau pahami kewajibanmu pada-Nya

Aku hanya bisa mampu membantumu dengan diam
Dan sajak doa-doa jika itupun diperdengarkan
Jangan mencariku atau orang yang sepertiku
Dirimu bagian Penciptaan-Nya, Engkau jua bisa datang sendiri pada-Nya

“Jangan lelah untuk mencari, sejati (Aku) dalam dirimu”

Tanpa  Kritik dan saran, perbaikan tidak akan menjafi baik, maka itu pembanca bisa mengirimkan kekurangan penulis untuk lebih baik. boleh email iko.parantapa17@gmail.com

Add Friend

Ikuti Infokyai Via Email:

Delivered by FeedBurner

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top