Mempunyai Info Lowongan Kerja ? Event ? Bisnis dan UKM ? Berita di Sekitar Anda ? Kirimkan ke KAWANNONGKRONG@GMAIL.COM

Mau Pasang Iklan Premium ? KLIK DISINI

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

PIN BBM Terbaru infokyai D99E6B3E

Pesan Tiket Kapal Laut Via Online KLIK DISINI

Jadwal Sim Keliling Terbaru KLIK DISINI

Puisi : SILENTSINS

Foto Ist
Puisi : SILENTSINS
Puisi, infokyai.com - Iko Parantapa, adalah Penyair pemula, memang menyukai syair namun tidak untuk publikasi. Beriring mendapat support dari teman sesama penyuka syair di Pasar Seni, Enggal (Bandar Lampung). IKO memberanikan diri merampungkan satu buku perdana berjudul “SAJAK SETAPAK” Risalah perjalanan Putra Bumi.

Ketika aku ragu untuk bermimpi

Menikmati sebuah senyum
hinaan pada wajah mentari 
aku
juga malu

Lalu

Aku melihat kecemasan pada
jutaan raut udara yang ku hirup

Mungkin juga harga diri warna
kelam merasa terhina atas
keharusannya mencatat hitamku

Dulu

Saat dunia berdusta tentang
keindahan
aku tertawa melihat wajah - wajah
sekarat perihal laku merahnya mawar

Saat para peri pemetik air mata
turun menguras semua symbol
kesedihan itu di setiap mata
penghuni jagad

Aku tetap tertawa liar

Itu adalah tawa yang di benci langit

Bahkan mereka para penghuni
langit akan mengutuk siapa saja
yang mendengar tawaku ketika ku
lantunkan dengan kehangatan

Duniaku dunia para penghina
dunia

Tingkah tanpa laku adab
Dan duniapun pasrah atas
keangkuhanku yang hidup mengutuk
air mata

Langit pun tau kalau aku
membenci dan memusuhi para pendosa
Tak pernah terlintas di pikiranku
akan menjadi bagian dari
jahannam - jahannam itu

Dan kini
Kini aku kehilangan tawa terkutuk
ku
Aku kehilangan wajah pengakuan di
hadapan tatap semesta

Langit meludahi rindukku yang
memalukan

Mereka sepakat menghinaku

Dan itu pantas

Aku terkapar di titik nadir terendah
ketika senyum itu hilang
membawa keselurahan rasaku

Kematian

(Ya !! .....kematian nya menjadikanku
lebih rendah dari wajah - wajah
jahannam yang sekarat)

----------
Ada banyak kematian pada lalu masa berwaktu
Bukan ruh, namun keematian masa depan beelianya sebuah perjalanan



Iko Parantapa, adalah Penyair pemula, memang menyukai syair namun tidak untuk publikasi.
Beriring mendapat support dari teman sesama penyuka syair di Pasar Seni, Enggal (Bandar Lampung). IKO memberanikan diri merampungkan satu buku perdana berjudul “SAJAK SETAPAK” Risalah perjalanan Putra Bumi.

(Iko.parantapa17@gmail.com

Add Friend

Ikuti Infokyai Via Email:

Delivered by FeedBurner

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top