Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Butuh Cepat di Gink Tech KLIK DISINI

Butuh Cepat di PT Syailendra KLIK DISINI

Jasa CV Bayar Seiklasnya bisa hubungi 0822 - 8079 - 8313 Fast Respon

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Jumat, Maret 24

Dosen IAIN Raden Intan Ishomuddin Bohong, IKARIL Sesalkan Pernyataannya

Foto Ahmad Ishomuddin - suratkabar.id
Dosen IAIN Raden Intan Ishomuddin Bohong, IKARIL Sesalkan Pernyataannya
Bandar Lampung, infokyai.com - Ikatan Keluarga Alumni Institut Agama Islam Raden Intan Lampung (IKARIL) menegaskan tentang permasalahan Ahmad Ishomuddin yang merupakan salah satu Dosen IAIN Raden Intan Lampung sudah melakukan pembohongan publik saat menjadi saksi pada sidang kasus penistaan agama Islam, Selasa (21/3). Sebab Ahmad Ishomuddin belum haji dan belum bertitel doktor.

Mengutip dari Republika.co.id Heri Ch Burmelli selaku Sekretaris Umum Ikaril  mengatakan, kredibilitas Ishomuddin sebagai saksi ahli agama pada sidang tersebut tidak relevan. Ia mempertanyakan status KH (kiai haji) dan gelar doktor yang disemat di depan nama Ishomuddin. "Beliau itu belum haji dan juga belum doktor, jadi kenapa saya bilang dia itu "bodong"," katanya, Kamis (23/3)

Heri mengaku, telah berkomunikasi dengan Ishomuddin terkait pernyataannya di media sosial bahwa Ishomuddin "bodong". Heri menjelaskan dan mengklarifikasi maksud statusnya tersebut terkait gelar doktor dan haji Ishomuddin yang disemat saat menjadi saksi ahli agama yang meringankan terdakwa Ahok pada sidang penistaan agama ke-15, Selasa (21/3).

Pada saat sidang kasus penistaan agama Ahmad Ishomuddin, sangat mengecewakan sekali membawa nama almameter dan Lampung, Sebagai Alumni Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung. "Kami  siap beradu argumen dengan Ishomuddin soal pernyataannya," kata Heri.

Ikatan Keluarga Alumni Institut Agama Islam Raden Intan Lampung (IKARIL) menilai, umat Islam yang ada di Lampung merasa terganggung dengan pernyataan yang keluarkan oleh Ahmad Ishomuddin, yang menyatakan bahwa Al Qur'an sudah tidak relevan lagi saat ini.(Republika/FMP/INFOKYAI/TM)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...