Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

Add PIN BBM Infokyai KLIK DISINI

Add BBM Channel Infokyai KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram KLIK DISINI

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Loading...

Friday, February 24

PMII UNILA Dukung Pemerintah & PBNU Atasi Permasalahan Freeport

PMII UNILA
PMII UNILA Dukung Pemerintah & PBNU Atasi Permasalahan Freeport

Bandar Lampung, infokyai.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Lampung siap dukung Pemerintah dan PBNU terkait masalah perseteruan antara PT. Freeport dengan Pemerintah. Jum'at (24/2/2017)

Hendy Selaku Ketua PMII Komisariat Universtas Lampung mengatakan, Permasalahan Freeport menuai perseteruan besar antara pihak Pemerintah dan PT Freepot, dari perseteruan ini, kami Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Lampung mengambil sikap tegas akan mendukung pemerintah dan PBNU. 

Perselisihan antara pemerintah dan freeport semakin membesar. Apalagi  setelah kementrian ESDM yang meminta untuk mengubah kontrak karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), kami mendukung pemerintah dan PBNU terkait kasus freeport, apalagi jika freeport sudah sampai mengancam pemerintah "Ujar Hendy

Hendy juga menyampaikan bahwa tanah papua adalah bagian dari Indonesia, dan sudah seharusnya pemerintah mengambil ketegasan, salah satunya dengan mengubah kontrak karya (KK) jadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK)

Selain itu juga Riski Firmanto selaku Sekretaris PMII Rayon Fisip mengatakan, menghimbau mahasiswa mahasiswi Universitas Lampung dan juga seluruh elemen masyarakat turut mendukung sikap dari pemerintah dalam menghadapi polemik PT Freeport Indonesia

"Mari kita bersama baik mahasiswa, masyarakat untuk mendukung,  mendorong dan memberikan suport terhadap pemerintah dalam menghadapi polemik ini" tuturnya.

Berita yang berkembang bahwasanya Freeport akan membawa kasus ini ke arbitrasi Internasional karena merasa tidak puas dengan kebijakan baru pemerintah. (RFZ/Makhedo/Kyai) 
Add Friend

Artikel Terkait

Comments
0 Comments