Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Gabung Grup What's App KLIK DISINI

Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com
Loading...

Kamis, Juni 7

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan

Foto Mie Instant Foto Ist
Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan
Tips Kesehatan, Infokyai.com - Makanan mie instan memang menjadi makanan yang dicari pada orang orang terutama pada anak kost karena yang instan dan murah. Mi instan memang dapat menghilangkan rasa lapar tetapi tidak dapat menggantikan nutrisi yang dibutuhkan pada tubuh apa lagi ditambahkan bumbu buatan yang mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Berikut bahayanya.
Baca Juga : Manfaat Adas Bagi Kesehatan https://goo.gl/BAeiK8
1.Menimbulkan penyakit kanker. 
Mie instan telah diketahui bahwa permukaan mi dilapisi oleh lilin. Inilah penyebab karena lilin tidak lengket satu sama lain. Waktu yang dibutuhkan pada tubuh untuk mencerna lilin yakni sekitar 2 Hari dan ini sangat membahayakan kesehatan tubuh.jika zat ini terus menumpuk dalam tubuh kemungkinan dapat terserang penyakit kanker. Contohnya kanker hti,usus,leukimia. Tidak hanya pada lilin yang terkandung dalam mi instan tetapi bumbunya pun mengandung zat aditif seperti msg yang dapat menjadi pemicu kanker dalam tubuh.

2.Kerusakan jaringan otak. 
Mengkonsumsi mi terus menerus dengan menumpuk zat kimia yang berbahaya dalam tubuh dapat merusak sel sel jaringan otak. Mengakibatkan terjadinya penurunan transmisi sinyal dalam otak. Selain itu dapat juga memicu penyakit lainnya seperti stroke.

3.Kegemukan. 
Mi instan adalah salah satu utama penyebabnya obesitas atau kegemukan. Karena mie instan mengandung sejumlah besar lemak dan natrium yang dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh.
Baca Juga : Tips Tidur Yang Baik Untuk Kesehatan https://goo.gl/Smk2pc
4.Kerusakan organ. 
Mi mengandung propylene glycol.bahan anti-beku yang mencegah mi instan dari pengeringan dan mempertahankan kelembaban. Karena tubuh dapat menyerap zat tersebut secara mudah dan terakumulasi dijantung hati dan ginjal. Hal inilah yang dapat menyebabkan kerusakan dan kelainan pada organ. Dan dapat juga melemahkan sistem kekebalan tubuh. (RED/FMP/YS)

Artikel Terkait

Comments
0 Comments
Loading...