Saran dan Kritik Kepada Pemerintah Bisa anda kirimkan ke kawannongkrong@gmail.com

Dapatkan Info Terbaru infokyai Setiap Harinya, Masukkan Email Anda dibawah ini

Follow Instagram @Infokyai KLIK DISINI

Add @LINE Infokyai KLIK DISINI

Add PIN BBM Infokyai KLIK DISINI

Add BBM Channel Infokyai KLIK DISINI

Gabung Grup Telegram KLIK DISINI

Saturday, June 24

Mengungkap Misteri Sejarah Yakjuj Makjuj Yang Dikurung Dalam Tembok Ghaib

Foto : Yakjuj Makjuj - islamberkomunikasi.blogspot.co.id
Mengungkap Misteri Sejarah Yakjuj Makjuj Yang Dikurung Dalam Tembok Ghaib
Infokyai.com - Assalamu'alaikum Wr.Wb, kali ini kami tim infokyai ingin berbagi informasi untuk Anda yaitu mengenai Ya’juj-Ma’juj.
Mungkin kalian ada yang masih bingung apa itu Ya’juj-Ma’juj ?
Baiklah teman-teman, yang pertama kali yang akan kita bahas yaitu definisi Ya’juj-Ma’juj. Apa itu Ya’juj-Ma’juj ?
Ya'juj dan Ma'juj adalah para manusia kejam yang mempunyai postur tubuh yang tak biasa, mereka selalu merusak setiap hal yang dilewatinya. Mereka bertempat tinggal di antara dua gunung. Mereka selalu mengganggu kaum di bukit dengan merampas, merampok dan merusak segala sesuatu, baik tanaman, hewan ternak maupun benda lainnya.
Nah, temen-temen udah pada tau kan apa itu Ya'juj dan Ma'juj. Selanjutnya yang akan kita bahas yaitu sejarah Ya'juj dan Ma'juj.

Foto : Tempat Keberadaan Yakjuj Makjuj - Google Earth
Pada zama dahulu, di masa kenabian Ibrahim as, hidup seorang Raja yang shaleh bernama Zulkarnain. Ia amat cerdas dan pandai berpetualang. Ia melakukan ekspedisi ke seluruh dunia untuk menyebarkan agama tauhid (Agama islam). Sang raja Zulkarnain amat pandai menguasai bahasa diberbagai dunia. Ia juga mahir berlayar melakukan perjalanan dari belahan bumi timur hingga belahan bumi barat.
Foto : Tempat Keberadaan Yakjuj Makjuj - Google Earth
Dalam sebuah perjalanannya dalam menyebarkan agama tauhid (Islam), sang raja Zulkarnain tiba di sebuah wilayah yang penduduknya sangat miskin dan menderita. Wilayah ini(pegunungan Ya’juj-Ma’juj) terletak di kawasan timur dunia di mana matahari tampak terbit dari sana. Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah, pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina.
Para menduduk pun menceritakan kepada sang raja mengenai kehidupan mereka yang sangat memprihatinkan.
Ada pun dalam Al-Qur'an surah Al kaffi ayat 94 yang menceritakan tentang pertanyaan penduduk kepada sang raja Zulkarnain ;
قَالُوا۟ يَٰذَا ٱلْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰٓ أَن تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا ﴿٩٤﴾
Artinya ;
"Mereka berkata, "Wahai Zulkarnain! Sungguh, Yakjuj dan Makjuj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?""
Sang raja Zulkarnain pun berkeinginan membantu mereka. Maka sang raja berinisiatif untuk mengajak para penduduk disana ber iman kepada Allah swt, ini merupakan misi dakwahnya dalam menyebarkan agama tauhit yaitu agama islam. Disana sang raja pun mengajarkan banyak hal seperti mengajarkan memiliki tempat tinggal yang dapat melindungi diri mereka dari panas dan hujan.
Dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-kaffi ayat ke-90 yang berbunyi sebagai berikut
حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ ٱلشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَىٰ قَوْمٍ لَّمْ نَجْعَل لَّهُم مِّن دُونِهَا سِتْرًا ﴿٩٠﴾
"Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya matahari) itu,"
Ayat diatas menjelaskan bahwa sebelum raja Zulkarnain datang, kaum disana belum mempunyai suatu pelindung atau tempat tinggal yaitu berupa rumah.
Setelah para penduduk belajar banyak hal, mereka pun menerima dakwah Zulkarnain dengan sangat gembira.
Selanjutnya sang raja memikirkan cara untuk membatasi mereka (para penduduk) dengan kaum kejam Ya'juj dan Ma'juj. Sang raja Zulkarnain pun berkata kepada para penduduk "Bawakanlah padaku besi dan tembaga, akan kubuat dinding di antara kalian dan mereka,".
Maka, dikumpulkanlah segala hasil tambang para penduduk bukit. Zulkarnain bersama pengawalnya dan dibantu oleh para penduduk kemudian menggali tanah lalu membangun fondasi yang kokoh dari besi. Selanjutnya, besi tersebut dipanaskan, lalu dilebur dengan cairan tembaga yang mendidih yang begitu panasnya. Maka, jadilah dinding benteng yang amat kokoh yang mengurung kaum Ya'juj-Ma'juj di tempat tinggalnya. Apa pun tentang keberadaan dinding/benteng penutup tersebut, ini memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di pegunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam maupun Rusia, terletak di republik Georgia.
Foto : Ilustrasi Tembok Yakjuj Makjuj - Dunia 7
Dari balik gunung yang dijuluki pergunungan yajuj-majuj, para kaum Yajuj dan Majuj berusaha menembus dinding tersebut. Namun, tak satu pun dari mereka yang berhasil memanjatnya ataupun melubanginya hingga sekarang.
Ini tertera dalam Al-Qur'an surah Al kaffi ayat ke 97 sebagai berikut
فَمَا ٱسْطَٰعُوٓا۟ أَن يَظْهَرُوهُ وَمَا ٱسْتَطَٰعُوا۟ لَهُۥ نَقْبًا ﴿٩٧﴾
Artinya ;
"Maka mereka (Yakjuj dan Makjuj) tidak dapat mendakinya dan tidak dapat (pula) melubanginya.
Demikian sedikit informasikan untuk Anda. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi Anda.
Akhir kata
Wassalamua'laikum Wr.Wb (FMP/TM)


Sumber : islamberkomunikasi.blogspot.co.id
Islamtalking.blogspot.co.id
@IslamTalking
Add Friend

Artikel Terkait

Comments
1 Comments